Minta Hapus dan Stop Sebarkan Video, GGEP: Tidak Bagus Dijadikan Konsumsi Publik
Fandi Wattimena February 10, 2026 01:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Selebgram sekaligus konten kreator asal Kota Ambon, GGEP, akhirnya buka suara terkait video bermuatan asusila yang belakangan viral dan menghebohkan publik di berbagai platform media sosial. 

Setelah memilih bungkam selama beberapa waktu, GGEP menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan terbuka kepada masyarakat agar menghentikan penyebaran video tersebut.

Dalam wawancara eksklusif bersama TribunAmbon.com, Senin (9/2/2026), GGEP secara tegas meminta publik untuk tidak lagi membagikan maupun menyimpan video yang menampilkan dirinya itu. 

Ia menilai konten tersebut tidak pantas dijadikan konsumsi publik dan hanya memperpanjang dampak negatif, baik secara pribadi maupun sosial.

“Saya mohon kepada masyarakat semuanya yang masih memiliki video saya dan masih diumbar-umbarkan di semua platform media sosial, tolong stop membagikan,” ujar GGEP dengan nada serius.

Baca juga: Buka Suara Usai Video Asusila Viral, GGEP Ngaku Tidak Ingat, Tidak Tahu dan Tidak Kenal

Baca juga: Program Gentengnisasi Presiden Prabowo Disorot Ketua DPRD SBT, Ini Tantangannya

Menurutnya, video tersebut merupakan bagian dari perilaku pribadi yang tidak seharusnya dikonsumsi atau dinilai secara massal oleh publik. 

Bahkan, GGEP mengaku dirinya sendiri tidak sanggup untuk menonton ulang rekaman tersebut.

“Saya pribadi saja tidak mau menonton hal tersebut, karena itu perilaku saya sendiri. Hal-hal seperti itu tidak pantas dan tidak bagus untuk dijadikan konsumsi publik,” katanya.

Atas dasar itu, GGEP secara terbuka meminta siapa pun yang masih menyimpan rekaman tersebut untuk segera menghapusnya.

“Untuk mereka semua yang masih punya videonya, saya mau minta untuk hapus video saya,” tegasnya.

Akui Sosok dalam Video adalah Dirinya

Dalam klarifikasinya, GGEP juga secara terbuka mengakui bahwa sosok pria berkaos hitam yang terlihat jelas dalam video viral tersebut memang adalah dirinya. 

Ia tidak membantah identitas visual yang selama ini menjadi perbincangan warganet.

“Seperti yang semua orang sudah menonton, jelas-jelas itu muka saya yang ada terpampang nyata dalam video itu,” ungkapnya.

Meski demikian, GGEP mengaku tidak mengetahui keberadaan video tersebut sebelumnya. 

Ia bahkan mengklaim tidak memahami bagaimana dan dalam kondisi apa video itu direkam.

“Saya sendiri tidak tahu kalau video itu ada. Saya juga tidak tahu apa-apa,” ujarnya.

Tidak Ingat Kondisi Saat Kejadian

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kondisi dirinya ketika peristiwa dalam video terjadi, GGEP mengaku tidak dapat memastikan apakah ia dalam keadaan sadar atau tidak. 

Ia juga menyebut tidak mengingat secara jelas waktu kejadian tersebut.

“Saya tidak ingat kejadian dalam video itu kapan, saya sudah lupa,” kata GGEP.

Namun, ia membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada tahun ini. 

Ketidakmampuan mengingat detail kejadian, menurutnya, menjadi salah satu hal yang paling membebani dirinya sejak video itu beredar luas.

“Saya tidak tahu antara sadar atau tidak sadar. Bagaimana sampai kejadian itu bisa terjadi, saya benar-benar tidak tahu lagi,” ucapnya.

Tegaskan Tidak Pernah Menyebarkan Video

GGEP dengan tegas membantah keterlibatannya dalam penyebaran video tersebut. 

Ia menegaskan tidak pernah mengunggah, membagikan, ataupun menyebarluaskan rekaman itu ke media sosial atau platform digital mana pun.

“Saya tidak tahu video itu ada dan sampai tersebar juga saya benar-benar tidak tahu sama sekali,” tegasnya.

Lebih lanjut, GGEP mengklaim tidak mengenal pihak-pihak lain yang terlihat dalam video tersebut. 

Ia menyatakan tidak pernah berkomunikasi, bertemu, ataupun memiliki hubungan apa pun dengan mereka.

“Saya tidak ada komunikasi, belum pernah ketemu, dan tidak kenal sama sekali dengan mereka,” katanya.

Video tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di wilayah Maluku.

Dalam rekaman itu, terlihat jelas wajah seorang TikToker lokal berinisial GEGP yang cukup dikenal di Kota Ambon. 

Berdasarkan penelusuran, terdapat sedikitnya tiga potongan video dengan durasi masing-masing 7 detik, 46 detik, dan 54 detik.

Video tersebut diduga direkam di dalam sebuah kamar dengan alas sprei berwarna hijau tua. 

Dalam salah satu adegan, GEGP tampak mengenakan kaos hitam, sementara lawan mainnya terlihat seorang remaja pria berkaos putih yang diduga masih berusia di bawah 17 tahun.

Hingga kini, identitas remaja tersebut belum diketahui secara pasti.

Selain itu, dalam salah satu potongan video juga tampak sosok pria lain yang diduga berperan sebagai perekam adegan.

Kasus ini masih terus menjadi sorotan publik. Sementara itu, aparat penegak hukum disebut tengah mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan video viral tersebut 

Termasuk dugaan penyebaran konten asusila dan kemungkinan pelanggaran hukum lain yang menyertainya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.