TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Serangkaian Dharma Shanti Nyepi tahun 2026 yang dipusatkan di Bali akan digelar acara bakti sosial bersih-bersih danau dan pantai.
Kegiatan dengan nama Makerti Ayuning Segara ini akan dilakukan di Danau Batur, Danau Buyan dan pantai yang akan digunakan tempat melasti.
Wakil Ketua Umum Panitia Dharma Shanti, I Nyoman Kenak mengungkapkan, Makerti Ayuning Segara merupakan kegiatan yang berfokus pada pelestarian dan pembersihan sumber air.
"Air dalam ajaran Hindu dipahami sebagai simbol penyucian dan keberlanjutan hidup. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama," kata Kenak, Selasa 10 Februari 2026.
Baca juga: Antisipasi Permainan Harga Jelang Lebaran & Nyepi, Satgas Saber Pangan Buka Hotline Aduan
Pelaksanaan bersih-bersih serentak ini akan digelar pada 8 Maret 2026 dengan melibatkan umat Hindu, komunitas lingkungan, pemuda, relawan, dan masyarakat sekitar.
Selain bersih-bersih, rencananya juga akan digelar prosesi mapekelem di dua danau tersebut.
"Kami juga akan komunikasikan lagi, apakah perlu di samping bersih-bersih, perlu bibit ikan juga. Dan bibit ikan apa yang diperlukan," paparnya.
Bersih-bersih juga menyasar pantai yang akan digunakan untuk melasti.
Hal ini bertujuan agar semua tempat melasti menjadi bersih saat digunakan melasti serangkaian Nyepi.
Selain bersih-bersih, rangkaian Dharma Shanti ini juga Launching Perayaan Dharma Shanti 2026 yang dirangkaikan dengan Perayaan Siwaratri pada 17 Januari 2026 lalu di Candi Prambanan.
Juga ada bakti sosial dan pelayanan kesehatan, donor darah, seminar nasional dan saka yoga.
Tahun ini, Pulau Dewata dipilih menjadi tuan rumah Dharma Santi Nasional Tahun Baru saka 1948 yang digelar 17 April 2026 mendatang.
Kenak mengatakan, tema yang diusung tahun ini adalah ''Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju''.
Konsep ini menekankan bahwa meski berbeda-beda, seluruh manusia adalah satu keluarga besar.
"Tema ini selaras dengan nilai kebangsaan kita. Kami ingin memperkuat rasa persaudaraan melalui inklusivitas dan harmoni sosial," ujar pria yang menjadi Ketua PHDI Bali ini.
Menurut Nyoman Kenak, perhelatan tersebut akan dipusatkan di Taman Budaya Art Center Denpasar.
Panitia juga telah mengagendakan undangan resmi bagi Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk hadir langsung.
Acara ini diharapkan menjadi momentum simakrama atau ajang silaturahmi sekaligus refleksi spiritual bagi umat Hindu di seluruh Nusantara.
Untuk pelaksanaan Tawur Agung Kesanga secara nasional akan dipusatkan di Prambanan pada 18 Maret 2026.
Dengan berbagai rangkaian acara ini, Dharma Santi Nasional 2026 diharapkan mampu menjadi perekat persatuan nasional sekaligus memperkokoh eksistensi budaya dan spiritualitas Hindu di Indonesia.
Menurut Kenak, panitia penyelenggara juga telah melakukan audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, di Kantor Gubernur Bali.
Menurutnya, Koster menyambut baik penunjukan Bali sebagai tuan rumah.
Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan acara, mulai dari lokasi, penataan dekorasi, hingga sistem pencahayaan.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia, Marsda TNI (Purn.) I Made Susila Adnyana, memberikan apresiasi atas dukungan penuh Pemprov Bali.
Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya meningkatkan Śraddhā dan Bhakti umat dalam kehidupan berbangsa. (*)