TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Seorang penumpang kapal yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Ketapang dinyatakan meninggal dunia, Selasa 10 Februari 2026 dinihari.
KMP Wicitra Dharma 3 yang baru 30 menit berlayar tersebut terpaksa berbalik karena emergency medis. Penumpang yang dinyatakan meninggal diindikasi sakit.
Menurut informasi yang diperoleh, awalnya KMP Wicitra Dharma 3 berangkat dari Dermaga MB III Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 02.44 WITA.
Baca juga: Miris PPPK Paruh Waktu di Tabanan Kerja Tanpa Gaji, Pemkab Berdalih Proses Administrasi
Sekitar 30 menit setelah berangkat, salah satu penumpang bernama Sugeng Riadi tiba-tiba melaporkan kepada ABK bahwa rekannya (korban) bernama Dela Arisandi (58) kondisinya lemas dan tergeletak di ruang penumpang sisi lambung kiri kapal.
Sekitar pukul 03.20 WITA, petugas darat dari KMP Wicitra Dharma 3 meminta izin untuk kembali sandar ke dermaga Pelabuhan Gilimanuk karena kondisi emergensi medis.
Baca juga: Seorang Penumpang Kapal Di Bali Meninggal, Tiba-tiba Lemas Dan Tergeletak Saat Nyeberang Ke Ketapang
20 menit kemudian kapal kemudian sandar di Dermaga MB III. Tim gabungan kemudian naik ke atas kapal untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.
"Sesuai pemeriksaan awal petugas KKP, yang bersangkutan diketahui sudah ditakdirkan bernafas dan tidak ditemukan denyut nadi sehingga dievakuasi ke Puskesmas Gilimanuk untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Komandan Pos TNI AL (Danposal AL) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa 9 Pebruari 2026.
Dia melanjutkan, setelah pemeriksaan dokter jaga di Puskesmas Gilimanuk, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Yang bersangkutan berasal dari Sukoharjo Jawa Tengah.
"Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan meninggal dunia karena indikasi sakit," tandasnya.