Erwan Hendarwanto Pindah ke Garudayaksa FC, Pelatih PSIM Yogyakarta: Semoga Sukses
Muhammad Fatoni February 10, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, akhirnya buka suara terkait kepindahan asisten pelatih Erwan Hendarwanto ke Garudayaksa FC hingga akhir musim kompetisi Super League 2025/2026.

Van Gastel menegaskan, keputusan melepas Erwan diambil setelah adanya permintaan langsung dari sang pelatih yang ingin melanjutkan pengembangan kariernya sebagai pelatih kepala.

“Pertama-tama, dia datang dengan permintaan untuk pergi ke Garudayaksa karena keinginannya adalah menjadi pelatih kepala,” ujar Jean-Paul van Gastel, Selasa (10/2/2026).

Menurut pelatih asal Belanda itu, kesempatan yang didapat Erwan di Garudayaksa FC menjadi alasan utama klub mengabulkan permintaan tersebut.

“Dia mendapatkan kesempatan itu, jadi itulah alasan klub melepasnya. Saya harap dia bisa melakukan ‘sihirnya’ lagi seperti yang dia lakukan bersama PSIM,” lanjut Van Gastel.

Van Gastel juga menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk mantan tangan kanannya tersebut.

“Semoga dia sukses, lalu suatu saat nanti dia kembali ke klub ini,” tuturnya.

Baca juga: Erwan Hendarwanto Tinggalkan PSIM Yogyakarta dan Gabung Garudayaksa FC?

Kesuksesan Bersama PSIM 

Nama Erwan Hendarwanto memang tengah berada di puncak reputasi dalam sepak bola nasional.

Pelatih berlisensi AFC A itu sukses mengantarkan PSIM Yogyakarta menjuarai Liga 2 2024/2025 sekaligus promosi ke Liga 1 yang kini bernama Super League 2025/2026.

Prestasi tersebut mengakhiri penantian panjang PSIM Yogyakarta selama 18 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sekaligus menyudahi puasa gelar klub selama 20 tahun.

Kesuksesan Erwan diraih melalui proses yang tidak singkat.

Ia mengawali musim sebagai asisten pelatih, sebelum kemudian dipercaya menjadi pelatih interim menggantikan Seto Nurdiyantoro menjelang babak delapan besar.

Dalam peran sebagai pelatih interim, Erwan mencatatkan hasil impresif dengan memimpin PSIM Yogyakarta dalam delapan pertandingan, meraih tujuh kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan.

Tak hanya memastikan promosi, Erwan juga mempersembahkan trofi juara Liga 2 bagi Laskar Mataram.

Kesuksesan ini menjadikannya salah satu figur penting dalam sejarah kebangkitan PSIM Yogyakarta.

Asisten Pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto
Asisten Pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto (TRIBUN JOGJA / Almurfi Syofyan)

Manajemen Kabulkan Permintaan Erwan

Sebelumnya, manajemen PSIM Yogyakarta menyebut keputusan melepas Erwan Hendarwanto ke Garudayaksa FC setelah adanya permintaan langsung dari Erwan, demi pengembangan karier kepelatihannya.

Manajer PSIM Yogyakarta, Dyaradzi Aufa Taruna, mengakui bahwa keputusan tersebut bukan hal mudah bagi manajemen.

Pasalnya, Erwan merupakan sosok penting yang berjasa membawa Laskar Mataram promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Jujur, sebetulnya kami dari manajemen masih sangat membutuhkan jasa beliau di tim ini. Namun Coach Erwan datang dan berbicara sungguh-sungguh kepada kami, meminta izin untuk mengambil tantangan ini demi kebaikan karier beliau,” ujar Razzi, Selasa (10/2/2026).

Razzi menegaskan, manajemen akhirnya mengabulkan permintaan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap keputusan profesional Erwan.

“Karena ini murni permintaan dan keputusan pribadi beliau, kami tidak bisa menahan dan akhirnya dengan berat hati menerima permohonan tersebut,” lanjutnya.

Meski demikian, Razzi memastikan bahwa peminjaman ini bersifat sementara dan telah disepakati adanya klausul khusus.

Erwan diwajibkan kembali ke PSIM Yogyakarta setelah musim kompetisi berakhir.

“Kami sudah bersepakat bahwa ini sifatnya sementara hingga akhir musim. Musim depan, Coach Erwan harus kembali ke PSIM Jogja untuk mengisi posisi sebagai Direktur Teknik EPA (Elite Pro Academy),” tegas Razzi.

Erwan pun menyampaikan apresiasinya kepada manajemen PSIM yang telah menunjukkan kebesaran hati dengan mendukung langkah profesionalnya.

Ia berkomitmen penuh untuk mematuhi kesepakatan tersebut.

“Saya berterima kasih kepada manajemen PSIM yang telah mengizinkan saya. Sesuai pembicaraan kami, saya akan kembali ke PSIM Jogja musim depan untuk mengemban tugas sebagai Direktur Teknik EPA,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.