Kuota Haji Maros Kembali Bertambah Jadi 617, Terbagi 8 Kloter
Ari Maryadi February 10, 2026 02:04 PM

 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Kuota haji Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tahun 2026 masih berpotensi mengalami penambahan.

Pada pelaksanaan manasik haji yang digelar Jumat (6/2/2026), jumlah jemaah yang tercatat akan berangkat sebanyak 610 orang.

Namun, data terbaru menunjukkan jumlah calon jemaah haji asal Maros bertambah tujuh orang sehingga kini menjadi 617 jemaah, artinya ada penambahan tujuh orang.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan resmi terkait kemungkinan penambahan kuota.

“Kami masih stand by menunggu keputusan terkait penambahan jemaah,” katanya, Selasa (10/2/2026).

Ia menuturkan, total jemaah calon haji Maros tahun ini akan diberangkatkan dalam delapan kelompok terbang (kloter).

Pemberangkatan pertama jemaah haji asal Maros dijadwalkan mulai 30 April 2026.

Adapun sebaran jemaah Maros pada beberapa kloter yakni Kloter 14 sebanyak 387 jemaah, Kloter 16 sebanyak 71 jemaah, Kloter 20 sebanyak 65 jemaah, dan Kloter 26 sebanyak 16 jemaah.

Selanjutnya, Kloter 31 sebanyak 39 jemaah, Kloter 37 sebanyak 2 jemaah, Kloter 40 sebanyak 27 jemaah, serta Kloter 43 sebanyak 13 jemaah.

"Kemungkinan jumlah setiap kloter akan berubah jika ada lagi  penambahan kuota jemaah haji Maros," bebernya.

Saat ini, Kemenhaj Maros telah menyelesaikan tahap pembentukan kloter, rombongan, dan regu jemaah.

Usai pelaksanaan manasik, kata dia, tahapan persiapan haji akan dilanjutkan setelah bulan suci Ramadan.

“Pasca Ramadan baru kita mulai pembagian koper jemaah dan pertemuan lanjutan untuk persiapan keberangkatan,” ujarnya.

Ia menyebut, jemaah nantinya akan diberikan uang saku atau living cost.

Namun, living cost tak dibagikan di daerah.

“Living cost dibagikan di Asrama Haji Sudiang, jumlahnya sama seperti tahun lalu, 750 riyal per jemaah,” pungkasnya.

Diketahui, Jumlah daftar tunggu calon jemaah haji di Kabupaten Maros mencapai 11 ribu orang.

Dengan jumlah tersebut, maka estimasi masa tunggu keberangkatan ibadah haji diperkirakan mencapai 26 tahun.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan masa tunggu keberangkatan haji bagi masyarakat Kabupaten Maros terpangkas cukup signifikan mencapai 9 tahun.

Sebab dibanding beberapa tahun sebelumnya waktu tunggu mencapai 35 tahun.

“Sekarang masa tunggu sekitar 26 tahun. Ini sudah berkurang dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 35 tahun,” katanya, Minggu (8/2/2026).

Ia menjelaskan, sistem keberangkatan haji saat ini telah diatur berdasarkan wilayah pendaftaran.

Ia pun menghimbau masyarakat  untuk melakukan pendaftaran haji di daerah masing-masing agar proses pengaturan keberangkatan lebih tertata.

Ia menjelaskan tahun 2026, Kabupaten Maros mendapatkan kuota haji sebanyak 610 jemaah.

"Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding kuota tahun-tahun sebelumnya yang berkisar 315 jemaah," bebernya.

Para jemaah haji asal Maros dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada 1 Mei 2026.

Mereka akan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14 embarkasi Makassar.

Sebelum keberangkatan, para jemaah akan masuk Asrama Haji pada 30 April 2026sebagai bagian dari tahapan persiapan.

"petugas jemaah haji akan  ditambah oleh  satu orang petugas KBIHU , sehingga total rombongan berjumlah 611 orang," tuturnya.

Secara keseluruhan, jemaah haji asal Maros akan terbagi dalam delapan kelompok.

Dari sisi usia, jemaah yang akan berangkat memiliki rentang usia yang cukup beragam.

"Jemaah tertua tercatat berusia 99 tahun, sementara jemaah termuda berusia 15 tahun," terangnya.

Untuk memastikan kesiapan jemaah, Pemerintah Kabupaten Maros terus melakukan pembinaan melalui manasik haji terintegrasi.

Hingga saat ini, kegiatan manasik haji telah dilaksanakan sebanyak 62 kali bekerjasama dengan KBIHU Hawaisyah Kab. Maros

"Melalui manasik tersebut, jemaah dibekali pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah haji, kesiapan mental, fisik, serta teknis pelaksanaan ibadah di Tanah Suci," sebutnya.

Mantan Ketua DPRD Maros itu mengimbau para calon jemaah agar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.

"Jangan lupa mulai melakukan latihan fisik secara rutin, mengingat ibadah haji membutuhkan ketahanan stamina yang baik," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.