TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pendidikan menengah negeri di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih tertinggal dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
SMA Negeri 3 Batam sebagai peringkat pertama di tingkat provinsi, masih berada di rangking 310 secara nasional.
Bahkan tidak ada satu pun sekolah menengah negeri di Kepri yang masuk dalam 30 besar nasional peraih nilai tertinggi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 lalu.
Pengamat pendidikan dan tokoh masyarakat, Sirajudin Nur, menyebut kondisi ini sebagai kegagalan sistemik. Ia menyoroti beberapa faktor penyebab rendahnya prestasi siswa Kepri, antara lain:
Strategi persiapan akademik yang belum terstruktur juga disebut memperburuk situasi.
“Kualitas pendidikan kita masih tertinggal jauh dari standar nasional,” ujar Sirajudin, Senin (8/2/2026).
Dampak dari kondisi ini bersifat luas.
Menurut Sirajudin, siswa Kepri kehilangan daya saing untuk masuk perguruan tinggi negeri unggulan, kualitas sumber daya manusia jangka panjang terancam menurun, dan potensi ekonomi berbasis pengetahuan ikut terbatas.
Selain itu, alokasi anggaran pendidikan harus berpihak pada sekolah, bukan proyek semata.
“Tanpa langkah konkret, peringkat nasional Kepri akan terus stagnan, dan generasi muda akan terus tertinggal secara kualitas pengetahun,” katanya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan pusat agar serius menata pendidikan menengah di wilayah kepulauan strategis ini.
Sehingga generasi muda Kepri dapat bersaing setara dengan siswa di provinsi lain. (*)