Korban Tanah Gerak Tegal Keluhkan Minimnya MCK di Pengungsian, Jumlah Rumak Rusak Terus Bertambah
rika irawati February 10, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pengungsi korban tanah gerak di Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan minimnya fasilitas MCK dan air bersih di tempat pengungsian.

Mereka pun mulai mengalami gatal-gatal akibat kondisi ini.

Saat ini, setidaknya ada 2.453 pengungsi di delapan titik pengungsian.

Di antaranya, di gedung pertemuan, sekolah, gudang desa, majelis taklim, juga pondok pesantren.

Minimnya fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK) memicu antrean panjang warga.

"Terutama yang sulit kalau dari kami, (yang kurang) MCK."

"MCK di sini hanya ada dua."

"MCK portabel (jumlahnya) kurang memenuhi."

"Anak saya sudah mulai gatal-gatal karena kurangnya air bersih," terang Yusuf, warga yang mengungsi di sebuah sekolah, dikutip dari Kompas TV, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Kerusakan Akibat Tanah Gerak Padasari Tegal Terus Meluas, 2.453 Warga Mengungsi di Delapan Titik

Hingga Selasa, pergerakan tanah di Padasari terus terjadi.

Hal ini memungkinkan bertambahnya jumlah pengungsi.

Sementara, relawan gabungan terus membantu warga memindahkan barang-barang menggunakan mobil khusus karena jalan yang retak sulit dilewati.

"Kami terus membantu mengevakuasi barang-barang warga karena pergerakan tanah di atas sana masih cukup aktif."

"Untuk hari ini, kami berhasil mengevakuasi 21 rumah yang minta bantuan kita untuk evakuasinya," kata Abi, relawan yang membantu evakuasi.

Abi mengatakan, barang-barang yang dipindahkan warga kebanyakan perabotan elektronik, kasur, dan barang lain.

Rumah Rusak Bertambah

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi mengatakan, jumlah rumah rusak akibat tanah gerak di Padasari Tegal terus bertambah.

Baca juga: Kunjungi Korban Tanah Gerak di Padasari Tegal, Wapres Gibran Meminta Korban Bersedia Direlokasi

Data BPBD Jateng, ada 596 rumah rusak.

"Ada 596 rumah yang rusak dan 464 rumah tidak layak untuk ditempati lagi," kata Bergas.

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan relokasi.

Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara (huntara) yang akan dibangun di lahan milik Perhutani. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.