WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketersediaan pangan di Jakarta dalam kondisi aman dan harga bahan pokok tetap terkendali menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kepastian itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah Rapat Pimpinan Paripurna Pemprov DKI Jakarta yang membahas kesiapan menyambut bulan Ramadan dan Idulfitri di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/2/2026).
"Para OPD diminta menyiapkan kegiatan Ramadan dan Idulfitri, serta menjaga agar harga barang-barang pokok tidak mengalami kenaikan dan inflasi tetap terjaga di Jakarta," kata Pramono Anung.
Baca juga: Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Imlek dan Ramadan 2026
Pemprov DKI Jakarta melakukan monitoring rutin terhadap ketersediaan dan harga pangan strategis, mulai beras, daging, hingga elpiji 3 kilogram.
Pemprov tetap mengandalkan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mengantisipasi gejolak harga.
Berdasarkan laporan Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, ketersediaan pangan untuk Ramadan dan Idulfitri di Jakarta dinilai mencukupi.
Baca juga: Cerita Bupati Aep Mahkota Lumbung Padi Kembali ke Karawang, Jadi Saksi Deklarasi Swasembada Pangan
Kondisi tersebut tidak hanya berlaku untuk hari besar keagamaan Islam, tetapi juga perayaan lainnya.
"Ketersediaan pangan untuk Ramadan dan Idulfitri di Jakarta, termasuk hari-hari besar lainnya seperti Imlek atau Nyepi, aman karena cadangannya mencukupi," ucap Pramono Anung.
Terkait subsidi pangan, Pramono menyebut hampir seluruh komoditas di Jakarta saat ini masih terkontrol baik.
Baca juga: Pemkot Jakarta Barat Sidak Pangan di Pasar Modern, Temukan Manisan Mengandung Formalin
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying.
"Ketersediaan pangan di Jakarta sangat mencukupi, tidak usah panic buying, Pemerintah DKI Jakarta menjamin ketersediaan bahan pangan maupun daging dan sebagainya," kata Pramono Anung.
Pemprov DKI Jakarta siap melakukan intervensi melalui kegiatan pasar murah apabila terjadi gejolak harga di pasar.
Baca juga: Panen Raya Karawang, Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Perlu Impor Beras Lagi
Pramono turut menyinggung Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta yang dirilis Bank Indonesia.
Pada Januari 2026, IKK Jakarta tercatat sebesar 149,8, naik signifikan dari 145,3 pada Desember 2025 dan jauh di atas angka nasional yang berada di level 127.
“Ini mencerminkan bahwa daya beli dan harapan masyarakat Jakarta sekarang ini tinggi," ujarnya.
Baca juga: Akses Darat Belum Bisa Dilewati, Zaskia Adya Mecca Kirim Beras ke Korban Bencana Aceh Pakai Cara Ini
Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal IV 2025 yang mencapai 5,71 persen, ekspektasi publik terhadap Jakarta semakin besar.
Ia juga mengantisipasi potensi arus pendatang ke Jakarta pasca Lebaran.
"Jakarta selalu terbuka, tetapi kami mengharapkan orang yang datang ke Jakarta mempunyai skill, kapabilitas, dan kapasitas untuk bekerja," kata Pramono Anung. (m27)