Yazid Ditemukan, Relawan Cerita Perjuangan saat Menyisir Jalur Maut Demi Mencari Pendaki Mongkrang
jonisetiawan February 10, 2026 02:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kabut tebal yang selama berhari-hari menyelimuti Bukit Mongkrang akhirnya membuka satu kepastian pahit.

Harapan yang sempat dijaga oleh keluarga, relawan, dan tim pencari perlahan runtuh ketika kabar duka itu datang. 

Pendaki muda, Yazid Ahmad Firdaus, yang sebelumnya dinyatakan hilang, kini ditemukan namun bukan dalam kondisi yang diharapkan semua orang.

Setelah pencarian panjang dan penuh risiko, kisah ini berakhir dengan kesedihan mendalam.

Baca juga: Fakta Penemuan Pendaki Hilang di Mongkrang, Yazid Ahmad Ditemukan Wafat, Lokasi Sulit Dijangkau

Kabar Duka yang Datang Setelah Penantian Panjang

Pendaki Yazid Ahmad Firdaus yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Tawangmangu, akhirnya ditemukan pada Selasa (10/2/2026).

Informasi yang beredar di kalangan relawan menyebutkan bahwa Yazid ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan tersebut menjadi jawaban atas misteri yang selama berminggu-minggu menggantung di lereng Gunung Lawu, sekaligus menutup harapan akan kabar selamat.

Bukit Mitis, Titik Sunyi di Balik Jalur Pendakian

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari relawan, jasad Yazid ditemukan di kawasan Bukit Mitis, sebuah wilayah yang berada di sisi barat jalur utama pendakian Bukit Mongkrang.

Lokasi ini dikenal memiliki medan yang tidak mudah dijangkau dan jarang dilalui pendaki.

Titik penemuan tersebut tepatnya berada di jalur Tapak Nogo, arah Bukit Mitis.

Area ini menjadi salah satu jalur yang cukup berisiko, dengan kontur tanah curam dan vegetasi rapat.

PENDAKI MONGKRANG HILANG - Pendaki Yasid Ahmad Firdaus yang hilang di Bukit Mongkrang, akhirnya ditemukan pada Selasa, 10 Februari 2025.
PENDAKI MONGKRANG HILANG - Pendaki Yasid Ahmad Firdaus yang hilang di Bukit Mongkrang, akhirnya ditemukan pada Selasa, 10 Februari 2025. (Instagram/@bukitmongkrangofficial_)

Laporan Awal dari Sesama Pecinta Alam

Informasi awal mengenai penemuan jasad Yazid pertama kali disampaikan oleh rekan-rekan dari komunitas Wanadri Bandung.

Kabar tersebut kemudian dengan cepat menyebar di kalangan relawan yang sejak awal terlibat dalam pencarian.

Menindaklanjuti laporan itu, BPBD Karanganyar bersama Basarnas langsung melakukan koordinasi untuk menyiapkan proses evakuasi, mengingat lokasi penemuan berada di titik yang sulit diakses.

Operasi SAR yang Penuh Risiko dan Tantangan

Sebelum kabar penemuan ini muncul, Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian intensif selama 13 hari.

Operasi tersebut secara resmi dihentikan pada Sabtu (31/1/2026) karena belum menemukan tanda-tanda keberadaan Yazid.

Meski berakhir tanpa hasil saat itu, perjuangan para relawan dan rescuer meninggalkan banyak cerita tentang beratnya kondisi di lapangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga ancaman satwa liar.

Baca juga: Yasid Pendaki Hilang Bukit Mongkrang Karanganyar Ditemukan Meninggal, Lokasi Jasad Sulit Dijangkau

Terjebak di Sarang Babi Hutan

Salah satu kisah datang dari Andika Ageng Kristianto, relawan yang bergabung pada hari ke-10 operasi pencarian. Ia menceritakan pengalaman mencekam yang terjadi pada hari ke-11, Kamis (29/1/2026), saat melakukan penyisiran di sekitar Pos 3 jalur pendakian.

Saat hendak kembali ke pos pencarian dan memilih jalur yang dianggap lebih landai, Andika dan timnya justru masuk ke area alang-alang tinggi.

Tanpa disadari, langkah itu membawa mereka ke situasi berbahaya.

"Kami satu tim itu ada 3 orang yang terjebak di situ. Dalamnya sekitar dada orang dewasa rumah celeng (babi hutan) itu,"

Menurut Andika, kawasan yang dikenal ramah bagi pendaki pemula itu ternyata menyimpan banyak kejutan.

"Rumahnya seperti lubang gitu. Dalamnya sedada orang dewasa,"

Ia bahkan mengaku menemukan sedikitnya empat sarang babi hutan di sekitar Pos 3.

Pertanda Alam dan Cerita yang Tak Terlupakan

Selain insiden tersebut, Andika juga mengalami kejadian lain yang membekas selama proses pencarian.

Ia dan kelompoknya sempat didatangi burung-burung berukuran besar serta menemukan bangkai kambing di jalur yang mereka susuri.

"Ada beberapa burung ketika kami terjun. Kok ada burung-burung besar mendekat. Kalau dikaitkan dengan mistis di sana memang masih kental,"

Melawan Cuaca Buruk Selama Tiga Hari

Cerita lain datang dari Aditya, rescuer Basarnas Surakarta yang terlibat sejak hari ketiga operasi.

Ia mengungkapkan bahwa tim pencari langsung dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem.

Badai berlangsung selama tiga hari berturut-turut, memaksa tim tetap bekerja dalam keterbatasan visibilitas dan kondisi alam yang tidak bersahabat.

Penyisiran dilakukan dari puncak hingga area loket masuk pendakian.

Aditya juga turun ke jurang di sekitar Pos 3 yang memiliki kedalaman lebih dari 200 meter, dan menemukan aliran sungai kecil di dasar jurang tersebut.

Baca juga: Beredar Kabar Yasid Ahmad Firdaus yang Hilang di Bukit Mongkrang Ditemukan, Meninggal Dunia di Pos 3

Jejak yang Tak Pernah Ditemukan

Di tengah pencarian, Aditya sempat menemukan sebuah jaket dan tempat makan di sekitar Pos 3. Namun setelah dikonfirmasi, barang-barang tersebut bukan milik Yazid.

"Tetapi setelah dikonfirmasi itu bukan milik survivor,"

Pengalaman panjang di dunia pencarian dan pertolongan membuat Aditya heran. Menurutnya, jika seseorang terjatuh ke jurang, biasanya akan ditemukan jejak tertentu.

"Kalau pun dia jatuh ke jurang biasanya meninggalkan jejak seperti potongan pakaian atau pun sepatu,"

Namun hingga operasi besar-besaran dengan melibatkan sekitar 500 personel SAR Gabungan pada Rabu (21/1/2026), tanda-tanda tersebut tidak pernah ditemukan.

Akhir Pencarian, Awal Duka

Penemuan jasad Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mitis akhirnya menutup rangkaian panjang pencarian yang penuh risiko dan pengorbanan.

Meski tidak berakhir seperti yang diharapkan, perjuangan para relawan dan tim SAR menjadi bukti kuat solidaritas kemanusiaan di tengah alam yang keras dan tak terduga.

Bukit Mongkrang kini tak lagi hanya menyimpan jejak pendakian, tetapi juga kisah duka yang akan lama dikenang.

***

(TribunTrends/TribunSolo/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.