TRIBUNTRENDS.COM - Aksi Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat menegur seorang pengemudi yang parkir sembarangan di Jalan Dr Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mendadak menjadi sorotan publik.
Peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu ramai diperbincangkan setelah video dan ceritanya beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang viral, cara Jenal menegur pengemudi dinilai sebagian warganet terlalu keras dan kurang mencerminkan pendekatan persuasif yang seharusnya ditunjukkan seorang pejabat publik.
Reaksi pun bermunculan, mulai dari dukungan atas ketegasannya hingga kritik terhadap gaya komunikasi yang dianggap berlebihan.
Menanggapi polemik tersebut, Jenal Mutaqin akhirnya angkat bicara.
Baca juga: Tegur Pengemudi Parkir Sembarangan, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin Minta Maaf: Cara Saya Salah
Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui bahwa cara dirinya menegur pengemudi memang kurang tepat.
Menurut Jenal, pemilik mobil merasa tidak terima karena ditegur dengan nada yang dinilai seperti preman.
Situasi semakin rumit setelah pelat nomor kendaraan pemilik mobil tersebut ikut diviralkan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Menyadari dampak dari kejadian itu, Jenal menyatakan kesiapannya untuk meminta maaf secara langsung apabila suatu saat kembali bertemu dengan pengemudi yang bersangkutan.
“Yang bersangkutan tidak terima dan bilang, ‘yang sopan dong pak, jangan teriak-teriak’. Saya sampaikan lihat ke belakang, macet dan semua punya hak. Mungkin memang cara saya yang salah dan kalau diberi kesempatan bertemu lagi, saya mau minta maaf,” ujar Jenal, dikutip dari Kompas.com, Senin (9/2/2026).
Jenal menegaskan bahwa niatnya sejak awal semata-mata untuk mengingatkan agar tidak parkir sembarangan, karena tindakan tersebut dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan merugikan pengguna jalan lainnya.
Namun demikian, ia juga menyadari bahwa penegakan aturan harus dibarengi dengan cara penyampaian yang lebih bijak dan santun.
Peristiwa ini pun menjadi refleksi bersama, khususnya bagi pejabat publik, bahwa ketegasan dalam menegakkan aturan tetap perlu diiringi dengan etika komunikasi yang baik.
Dengan begitu, tujuan penertiban dapat tercapai tanpa memicu polemik dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurut Jenal , saat itu dirinya terjebak kemacetan dari Jalan Loji menuju arah RSUD Kota Bogor.
Karena penasaran dengan penyebab kemacetan parah tersebut, ia kemudian turun dari kendaraan dan berjalan kaki menyusuri antrean kendaraan hingga ke arah RSUD Kota Bogor dan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi.
"Tadi habis giat dari Bubulak melewati jalan Loji jembatan sebelum RSUD dan kondisi macet. Saking padatnya, saya jalan kaki melihat situasi di atas, setelah RSUD arah Marzoeki Mahdi," ucap Jenal.
Menurut dia, lampu lalu lintas di kawasan tersebut berfungsi normal.
Namun, kepadatan kendaraan membuat arus lalu lintas tersendat karena banyak kendaraan saling memotong jalur.
"Lampu merah normal, tapi karena saking padatnya mobil, semuanya jadi crossing. Kebetulan ada mobil yang parkir di bahu jalan, saya tegur dengan nada keras karena lelah jalan kaki dan sempat mengatur di lampu merah," ujarnya.
Untuk mengatasi kemacetan di Jalan Dr Sumeru, Jenal menyebut solusi jangka panjang yang dibutuhkan adalah pelebaran jalan, khususnya dari arah Jalan Mawar menuju Gunung Batu di depan RSUD Kota Bogor agar arus kendaraan tidak tertahan di persimpangan lampu merah.
“Mesti pelebaran jalan, Terutama dr arah mawar belok gunung baru depan rsud sehingga tidak kltertahan lampu merah,” ungkap Jenal.
Namun, rencana tersebut belum masuk dalam pembahasan tahun ini karena keterbatasan anggaran dan adanya agenda prioritas lain.
“Belum masuk pembahasan tahun ini karena prioritas lahan R3, R2, underpass, keterbatasan anggaran. Tapi minimal mitigasi, petugas akan saya instruksikan lebih sigap,” kata Jenal.
Menanggapi hal itu, pemilik mobil mengaku enggan bertemu dengan Jenal Mutaqin.
Bahkan ia mengatakan kalau keinginan Jenal maminta maaf sudah terlambat.
Ia memposting screen shoot komentar Jenal Mutaqin yang minta dipertemukan dengan dirinya.
"sy upload dan narasinya minta maaf..pertemukan dgn pemilik..sy mw minta maaf..," tulisnya.
Pemilik mobil pun ogah bertemu jika hanya untuk dijadikan bahan konten lagi.
"Padahal ku gak kemana2 lho.. kenapa nyuruh orang pertemukan. Biar ape ketemu? Konten? Engagement? Kepercayaan publik? Narik suara?," tulisnya.
"Sorry aku sibuk kerja. Kan buat bayar pajak trs gaji elu kaan? Minta maaf?? BASI MADINGNYA UDAH TERBIT!," tambahnya lagi.
Ia juga mengaku tidak bisa komentar di akun Jenal langsung bahkan sempat mengirim DM.
"Padahal dr kmrn saya ada di threads.
Saya mau komen IG, komennya dibatasi. Saya mau komen di live eh comments off. Saya sempat dm juga.
Gausah pencitraan part 2," tulisnya.
(TribunTrends.com/Tribunnews.com)