TRIBUNGORONTALO.COM – Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo (BSG) tahun 2026 memunculkan sejumlah spekulasi terkait perubahan struktur kepemimpinan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah munculnya kandidat komisaris yang disebut mewakili Provinsi Gorontalo.
RUPS BSG digelar di Kantor Pusat Bank SulutGo, Jalan Pierre Tendean Nomor 100, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Menantu Gubernur Gorontalo Diisukan Masuk Jajaran Komisaris BSG, Ini Sosok Rania Riris Ismail
Agenda tahunan ini dihadiri pemegang saham dari pemerintah daerah di Sulawesi Utara serta Provinsi Gorontalo.
Nama yang ramai diperbincangkan sebagai kandidat komisaris perwakilan Gorontalo adalah Rania Riris Ismail.
Sosok tersebut diketahui merupakan menantu Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.
Kehadiran Rania dalam pelaksanaan RUPS turut menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ia terlihat berada di ruang rapat bersama jajaran komite Bank SulutGo serta sejumlah tokoh yang juga disebut masuk dalam bursa komisaris.
Informasi yang beredar menyebut Rania digadang-gadang mengisi salah satu posisi komisaris sebagai representasi kepentingan pemegang saham dari Provinsi Gorontalo.
Namun hingga saat ini pukul 14.30 Wita, belum ada konfirmasi resmi dari manajemen Bank SulutGo terkait kebenaran kabar tersebut.
Selain isu calon komisaris, RUPS tahun ini juga dikabarkan membahas evaluasi kinerja manajemen serta kemungkinan penyegaran struktur direksi dan komisaris bank milik pemerintah daerah tersebut.
Sumber internal menyebutkan perubahan kepemimpinan menjadi salah satu agenda strategis yang tengah dibahas dalam forum RUPS.
“Untuk kepastian pergantian komisaris dan direksi akan diketahui setelah RUPS selesai,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Selain Rania Riris Ismail, nama mantan Wali Kota Manado, Godbless Sofcar Vicky Lumentut, juga disebut masuk dalam bursa komisaris.
Vicky dikenal sebagai figur birokrat senior yang pernah memimpin Kota Manado selama dua periode.
Sementara di jajaran direksi, beredar pula informasi mengenai potensi pergantian dua posisi strategis, yakni Direktur Kepatuhan dan Direktur Operasional.
Beberapa bankir nasional disebut menjadi kandidat pengisi jabatan tersebut.
Para pemegang saham masih membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan arah kebijakan perusahaan.
Keputusan terkait susunan komisaris dan direksi yang baru diperkirakan akan diumumkan setelah seluruh rangkaian rapat selesai dilaksanakan.
(*)