TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dari total 1.115 calon jemaah dari Kabupaten Klaten tahun 2026, jemaah tertua berusia 94 tahun berasal dari Kecamatan Karangdowo, sementara jemaah termuda berusia 15 tahun berasal dari Kecamatan Wedi.
Meski demikian, secara umum rata-rata usia jemaah berada pada rentang 51–60 tahun.
Gambaran usia tersebut terungkap dalam kegiatan Manasik Haji tingkat Kabupaten Klaten yang digelar di Grha Bung Karno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi pembekalan awal bagi ribuan calon jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026.
Manasik haji yang diselenggarakan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Klaten diikuti 1.115 calon jemaah, terdiri dari 533 jemaah laki-laki dan 582 jemaah perempuan.
Baca juga: 1115 Calhaj Klaten Ikuti Manasik Haji, Bupati Hamenang Ingatkan Pentingnya Jaga Kesehatan dan Fisik
Sejak pagi hari, bangunan utama Graha Bung Karno dipenuhi jemaah yang mengikuti pembukaan dan menyimak arahan dari panggung utama.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Klaten, Faizatul Umma, menyampaikan bahwa perbedaan usia jemaah menjadi tantangan sekaligus perhatian utama dalam pelaksanaan manasik.
Menurutnya, kelompok usia 51–60 tahun yang mendominasi menunjukkan mayoritas jemaah berada pada fase menjelang lansia, sehingga kesiapan fisik dan pemahaman ibadah menjadi aspek penting.
“Manasik ini menjadi bekal agar seluruh jemaah, baik yang berusia muda maupun lanjut usia, siap menjalankan ibadah dengan baik dan aman,” ujar Faizatul.
Faizatul juga menjelaskan, pelaksanaan manasik haji tahun 2026 di Klaten dilakukan lebih intensif dibanding ketentuan nasional.
Jika secara nasional manasik dilaksanakan lima kali, di Klaten manasik tingkat kabupaten digelar selama tiga hari, 10–12 Februari 2026, ditambah empat kali manasik di tingkat kecamatan.
Usai membuka kegiatan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan bahwa manasik bukan sekadar formalitas, melainkan persiapan nyata menghadapi ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik dan mental.
Baca juga: Janji Tak Terkabul Mendiang Wabup Klaten Benny ke Sang Ibunda, Umroh Sekeluarga Pasca Sembuh
“Penjenengan ini adalah tamu Allah untuk orang-orang yang terpilih. Karena tidak semua orang itu bisa menjadi tamu Allah,” ucap Bupati Hamenang.
Bupati juga mengingatkan calon jemaah, terutama yang berusia lanjut, agar menjaga kondisi kesehatan sejak dini.
“Cek kesehatan jangan lupa, kemudian olahraga yang rutin agar kemudian kebugarannya terjaga,” katanya.
(*)