Gotong Royong Tanam Pohon, Ikhtiar Bersama Pulihkan Lahan Tanah Gerak di Cowek
Haorrahman February 10, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan – Ratusan orang turun tangan dalam gerakan tanam dan pelihara pohon di lahan rawan tanah gerak Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Selasa (10/2/2026) pagi.

Aksi ini menjadi wujud kepedulian bersama pascakejadian tanah gerak yang terjadi beberapa bulan lalu.

Berbagai elemen terlibat dalam kegiatan tersebut.

Mulai dari Pemkab Pasuruan, DPRD, LMDH, pegiat lingkungan, Perhutani, TNI, Polri, hingga pihak perusahaan.

Kebersamaan ini menyatu dalam satu tujuan: memulihkan lahan kritis dan meminimalkan risiko bencana.

Baca juga: Lolos Final Liga 4, Manajemen Pasuruan United Gelontorkan Bonus Rp 642 Juta

Sedikitnya lebih dari 4.000 pohon ditanam di kawasan tersebut.

Jenisnya pun beragam, mulai dari nangka, alpukat, hingga tanaman produktif lainnya.

Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah sekaligus memberi nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan konservasi hutan melalui gerakan tanam pohon produktif.

Baca juga: Pasuruan Creative Center Digelar Perdana, Pemkab Fasilitasi IKM Naik Kelas Lewat Upgrade Ilmu

Ia menjelaskan, berdasarkan kajian BPBD Provinsi Jawa Timur, kawasan Sempu tergolong rawan tanah gerak.

Karena itu, kata dia, penanaman pohon menjadi langkah mitigasi yang penting dan mendesak.

“Karena tanahnya bergerak, salah satu mitigasinya adalah menanam pohon di lahan-lahan kritis agar risiko bencana bisa ditekan,” ujarnya.

Syaifudin menyebut, terdapat lebih dari 26 hektare lahan kritis di kawasan tersebut.

Meski ribuan pohon telah ditanam, upaya pemulihan masih perlu dilanjutkan secara berkelanjutan.

Baca juga: DPRD Pasuruan Tegaskan Efisiensi Anggaran Bukan Pengurangan Program, Tapi Penajaman Prioritas

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto menegaskan bahwa penanaman di lahan kritis terus dilakukan.

Namun, dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan optimal.

“Tidak ada cara lain selain menanam. Apalagi kawasan ini merupakan area perlindungan untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Syaiful perwakilan perusahaan, menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, mengingat keberadaan sumber air yang juga dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

Adapun perusahaan yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut yakni PT Megamarine Pride, PT Baramuda Bahari, PT Aquase, dan PT Mitra Alam Segar (MAS).

“Gotong royong menanam hari ini menjadi ikhtiar menjaga bumi agar kembali kuat, kembali pulih, dan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.