Persiapan Mudik Lebaran 2026, Dishub Lampung: Semua Moda Transportasi Ditambah
Kiki Novilia February 10, 2026 08:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan persiapan berbagai moda transportasi, baik sektor laut, darat, kereta api, serta udara menjelang masa angkutan Lebaran 2026. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan sarana transportasi di wilayahnya sejauh ini telah mencukupi untuk melayani dinamika pergerakan masyarakat.

Sebagai gerbang utama Pulau Sumatera, dia menyebut penyeberangan Bakauheni saat ini terdapat 66 kapal yang siap beroperasi, termasuk kehadiran 5 kapal baru seperti Dalom 1, Wira Qalla, Munic 9, dan SMS Sagita 8.

Strategi efisiensi dilakukan melalui pembagian dermaga yang lebih terstruktur. Layanan kini didukung oleh Dermaga Eksekutif I (6 kapal) dan Dermaga Eksekutif II (9 kapal), serta layanan reguler (51 kapal). 

Guna mendukung kelancaran produksi, telah dibangun pula 2 kolam dermaga baru di Pelabuhan PT Sumur Makmur Abadi.

Baca juga: Bandara Radin Inten Layani Penerbangan Internasional 2 Kali Sepekan Mulai 12 Februari 2026

"Secara umum kesiapan produksi angkutan kita meningkat. Layanan eksekutif bertambah, kapal baru bertambah, sehingga frekuensi meningkat," ujar Bambang Sumbogo, Selasa (10/2/2026).

Di sektor darat, Pemerintah Daerah memperluas jangkauan dengan mengoperasikan total 7 Terminal Tipe B. Empat di antaranya merupakan terminal baru yang berlokasi di Gading Rejo, Gaya Baru, Tulang Bawang, dan Liwa.

Keberadaan Terminal Baru ini melengkapi terminal yang sudah ada seperti Mulyojati, Simpang Propau, dan Bakauheni.

Di sisi lain, Lampung juga mulai memperkenalkan ekosistem ramah lingkungan melalui layanan taksi listrik Green Smart Mobility. 

"Infrastruktur pendukungnya disiapkan melalui pemasangan 300 titik SPKLU oleh Vgreen dalam satu manajemen holding," Jelasnya.

Peningkatan signifikan juga terasa pada moda kereta api, di mana KA Rajabasa (TNK-Kertapati) yang sebelumnya hanya membawa 5 kereta kini ditambah menjadi 8 kereta. 

Penambahan ini meningkatkan kapasitas angkut dari 530 kursi menjadi 848 kursi (tambahan 318 kursi).

Selain kapasitas, keberpihakan pada daya beli masyarakat ditunjukkan melalui subsidi tiket (PSO).  Harga tiket KA Kualastabas (TNK-Baturaja) yang normalnya Rp80.000 kini dipangkas drastis menjadi hanya Rp10.000.

Terakhir, ia juga mengungkap bahwa Bandara Radin Inten II resmi ditetapkan kembali menjadi Bandara Internasional berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025.

"Pada 12 Februari 2026 besok, dijadwalkan akan dilaksanakan penerbangan perdana (Inaugural) rute Lampung – Kuala Lumpur oleh maskapai TransNusa Airline. Layanan reguler ini akan tersedia dua kali sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis," Kata Bambang.

Bambang mengungkapkan bahwa rencana ini akan berkelanjutan hingga layanan ibadah umroh pasca-Lebaran Idul Adha 2026.

"Setelah lebaran haji nanti, kita rencananya akan melayani penerbangan umroh rute Lampung - Kuala Lumpur, lalu lanjut ke Mekkah dan Madinah. Mohon doa dan dukungan masyarakat," ungkapnya.

Selain rute internasional, frekuensi penerbangan Lampung-Jakarta juga akan ditambah untuk menutupi celah kekurangan armada yang sering terjadi setiap akhir pekan.

Dengan integrasi seluruh moda ini, Provinsi Lampung optimistis sarana transportasi tahun 2026 akan semakin kuat dan mampu melayani kebutuhan domestik maupun global secara optimal.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.