Pembunuh PPPK di Bekasi Kenal Satu Bulan dengan Korban, Polisi Dalami Motif Pelaku
Wahyu Septiana February 10, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi menyebut pelaku pembunuhan pria berinisial NHW (33) yang jasadnya ditemukan di rumah kontrakan di wilayah Jatiwaringin, Bekasi, saling kenal dengan korban.

NHW merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU), Jakarta Timur.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap dua pelaku berinisial A dan AA.

Keduanya diringkus di wilayah Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat.

"Kedua pelaku diketahui mengenal korban sekitar satu bulan terakhir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Selasa (10/2/2026).

Budi mengungkapkan, para pelaku mengambil sejumlah barang milik korban.

Saat ini penyidik masih mendalami motif para pelaku menghabisi nyawa korban.

"Untuk motif masih didalami oleh penyidik dan akan disampaikan setelah pengumpulan fakta lengkap." 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat menyampaikan keterangan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat menyampaikan keterangan (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Sementara ini, diketahui bahwa pelaku turut mengambil beberapa barang milik korban," ungkap Budi.

Adapun penemuan jasad NHW bermula saat rekan kerja korban berinisial SR kesulitan menghubungi korban.

Selain itu, korban juga tidak masuk kerja selama beberapa hari.

"Rekan kerja korban curiga karena sejak Senin seharusnya korban masuk kerja, namun tidak ada kabar dan tidak dapat dihubungi," ungkap Kabid Humas.

SR lalu berinisiatif untuk mendatangi kontrakan tempat tinggal korban. 

Namun, setibanya di lokasi, kontrakan tersebut dalam kondisi terkunci.

SR pun menghubungi pemilik kontrakan untuk meminta kunci serep.

 Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi berselimut dan tubuh yang sudah menghitam.

"Saat dibuka pintu kontrakan didapati korban sudah meninggal dunia dengan posisi telentang berselimut dan kondisi tubuh menghitam. Saat ini masih dilakukan penyelidikan," ujar Budi.

Berita Lainnya

  • Baca juga: Aksi Siram Air Keras di Jakpus, Fraksi PSI Nilai Pramono Tak Tegas Tangani Masalah Kekerasan Remaja
  • Baca juga: Sosok Kakek yang Didorong dan Dituduh Juru Parkir Liar di Cilincing, Ternyata Profesinya Dulu Mulia
  • Baca juga: Purbaya Respons KPK OTT Pegawai Pajak - Bea Cukai, Pengamat Sebut Negara Tak Boleh Kalah oleh Mafia
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.