Kronologi Petugas SPBU di Tuban Babak Belur Dianiaya Oknum ASN Arogan gegara Tak Sabar Antre BBM
Tribun-video February 10, 2026 09:11 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga menganiaya sejumlah karyawan SPBU di Desa Parangbatu, Parengan, Tuban, Jawa Timur.Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi saat pelaku tengah mengantre mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pertamina setempat.Aksi kekerasan yang dilakukan oknum ASN Kecamatan Parengan itu terekam kamera CCTV milik SPBU.Salah satu korban berinisial FD menyebut kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 18.45 WIB pada Sabtu (7/2/2026).Saat itu, pelaku berinisial J datang mengendarai mobil berwarna hitam bersama seorang penumpang untuk mengisi BBM.Posisi mobil pelaku berada tepat di belakang pengendara sepeda motor matic yang juga sedang mengantre.Ketika korban FD tengah melayani pembeli, pelaku turun dari mobil dan langsung menghampiri korban.Pelaku kemudian diduga menjambak rambut FD secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.Tak hanya itu, pelaku juga melakukan pemukulan terhadap karyawan SPBU lainnya berinisial RW, AN, dan PS yang berusaha melerai.Akibat aksi tersebut, salah satu korban terjatuh dan sejumlah korban mengalami luka sehingga harus menjalani perawatan medis.Para korban yang tidak terima atas tindakan kekerasan itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parengan.Sementara itu, Camat Parengan Darmadin Noor membenarkan bahwa terduga pelaku merupakan stafnya.Ia menyatakan pihak kecamatan telah mengetahui peristiwa tersebut serta berupaya melakukan penyelesaian secara kekeluargaan.(Tribun-Video.com)Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Camat Angkat Bicara soal Staf Kecamatan di Tuban Aniaya 4 Pegawai SPBU karena Antrean Diserobot, https://jatim.tribunnews.com/jatim/532666/camat-angkat-bicara-soal-staf-kecamatan-di-tuban-aniaya-4-pegawai-spbu-karena-antrean-diserobotProgram: Live Tribunnews Update Host: Anggraheni Widya Witari Editor Video: Muna SalsabilaReporter: Muhammad Nurkholis