TRIBUNJATIM.COM - Seorang ibu dua anak berani bubarkan perkelahian antar siswa seorang diri di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Aksi beraninya ini pun terekam kamera handphone dan menjadi viral di media sosial.
Bahkan ibu tersebut rela meninggalkan dua bayinya di kios demi melerai para pelajar tersebut.
Video tersebut viral setelah diunggah oleh akun Facebook dan TikTok milik Lharasati Octavia Nur.
Insiden perkelahian tersebut diduga terjadi di lahan kosong di sekitar kawasan perumahan Jalan Puncak Lestari, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, pada Senin (9/2/2026) siang menjelang sore, sekitar pukul 15.00 WITA.
Dalam rekaman yang viral tersebut, perempuan itu tampak sendirian melerai puluhan pelajar yang terlibat dan menyaksikan perkelahian.
Lharasati, yang dikonfirmasi Tribun Sultra pada Selasa (10/2/2026), membenarkan dirinya adalah sosok perempuan dalam video yang viral tersebut.
“Sekitar jam 3-an, waktu pulang-pulangnya anak sekolah jam 3 lewat sedikit,” kata ibu 2 anak ini.
Baca juga: 4 Emak-emak Ditangkap usai Kejahatan dari Grup WA Terungkap, Polisi Pakai Operasi Undercover Buy
Menurut pengakuannya, saat kejadian berlangsung, ia memberanikan diri maju seorang diri ke tengah kerumunan siswa untuk menghentikan perkelahian yang terjadi.
Sekaligus, ia merekam kejadian tersebut dengan ponselnya agar para siswa yang terlibat maupun yang menonton segera membubarkan diri.
“Iya sendirian. Saya sendiri maju di tengah-tengah, saksinya tetanggaku,” jelas wanita berusia 30 tahun ini.
Demi mencegah perkelahian semakin meluas, Lharasati bahkan harus meninggalkan dua anaknya yang masih balita di kios miliknya.
Kios tersebut berada tidak jauh dari lokasi perkelahian siswa di sekitar lingkungan perumahannya.
Dua anaknya masing-masing berusia 14 bulan dan 3 tahun, yang saat itu ditinggalkan sementara demi melerai perkelahian para pelajar.
“Posisi saya tinggalkan anakku masih bayi usia 14 bulan sama usia 3 tahun,” ujarnya.
“Saya tinggalkan mereka di kios berdua baru saya larikan bubarkan (siswa), saya video biar dilihat,” lanjut Lharasati.
Baca juga: Penumpang Transjakarta Dimaki Emak-emak Perkara Kursi, Manajemen Ingatkan Aturan Prioritas
Namun seiring viralnya video yang diunggah melalui akun TikTok dan Facebook itu, dia kini diancam untuk menghapus videonya.
Dalam video viral TikTok dan Facebook, terlihat puluhan siswa berseragam putih abu-abu berkerumun di lahan kosong sekitar perumahan, beberapa di antaranya membawa sepeda motor.
Dari kejauhan, seorang emak-emak merekam aktivitas tersebut sembari berteriak agar mereka membubarkan diri.
“Ini anak-anak nah, eh kenapa kalian berkelahi di situ. Oh saya videokan yah,” kata wanita di balik video viral tersebut sembari berlari seorang diri mendekati kerumunan siswa.
Terlihat dalam video yang viral itu, dua siswa berseragam tengah berkelahi.
Satu siswa masih mengenakan seragam putih abu-abu.
Satu siswa lainnya mengenakan kaos hitam dan bawahan biru abu-abu.
Sementara, puluhan siswa berseragam lainnya hanya menyaksikan dan membiarkan keduanya bertarung bebas satu sama lain.
“Eh, eh anaknya orang itu. Kenapa kalian hanya lihat-lihat, oh saya videokan ko nah. Kenapa kalian cuma lihat-lihat,” jelasnya.
Aksi nekat sang emak-emak tersebut berhasil meredam perkelahian siswa.
Sejumlah siswa pun akhirnya memisahkan keduanya dan satu persatu berangsur meninggalkan lokasi kejadian.
“Sudah, sudahmi tante,” ujar seorang siswa.
“Kenapa kalian kayak begitu. Oh kalian ini datang kesini berkelahi nah, apa kalian begitu,” timpal sang wanita.
“Anakku dua orang saya tinggalkan masih bayi komorang berkelahi. Awas nah, saya viralkan ini anak-anak nah,” lanjutnya.
Baca juga: Sosok Pelaku Jambret di Surabaya yang Nangis Dihajar Warga seusai Sasar Emak-emak Bonceng 2 Anak
Aksi nekat emak-emak itupun berhasil membubarkan perkelahian itu.
Siswa yang berkelahi, begitupun siswa lainnya yang menyaksikan perkelahian langsung meninggalkan lokasi itu.
Perkelahian dalam video viral tersebut berlokasi di lahan kosong sekitar salah satu perumahan di Jalan Puncak Lestari, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kelurahan ini terletak di bagian tenggara ibu kota Provinsi Sultra, termasuk dalam area perkotaan yang berkembang di kawasan Anduonohu.
Jaraknya sekitar 6-9 kilometer (km) dari kawasan tugu eks MTQ yang berhadapan kantor wali kota di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.