Sidang Korupsi Dana Hibah: Rumah Dinas Bupati Sleman Jadi Pusat Pengumpulan Proposal
Iwan Al Khasni February 10, 2026 09:14 PM

Tribunjogja.com Jogja -- Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi hibah pariwisata Sleman kembali menyeruak fakta yang bikin dahi berkerut. 

Kali ini, terungkap bahwa Rumah Dinas Bupati Sleman dijadikan pusat pengumpulan proposal penerima hibah. 

Karunia Anas Hidayat disebut-sebut sebagai sosok yang mengoordinasi, bahkan punya ruangan khusus di rumah dinas yang kala itu ditempati Sri Purnomo.

Kesaksian Rinto Budi Antoro, Ketua Karang Taruna Ngemplak, cukup gamblang. 

Ia mengaku tiga sampai empat kali datang ke rumah dinas, menyerahkan proposal pokdarwis langsung kepada Anas. 

“Saya bertemu Anas di ruangan khusus, tempat menerima proposal dan rapat hibah pariwisata,” ucapnya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Melinda Aritonang, Senin (9/2/2026).

Rinto juga tak menampik bahwa ada pesan terselubung, bantuan hibah pariwisata dikaitkan dengan dukungan politik untuk Kustini Sri Purnomo–Danang Maharsa di Pilkada 2020.

Kesaksian Rinto sejalan dengan pengakuan Septi Wahyu Afrianto alias Fian, Bendahara Karang Taruna Sleman, serta Gigih Wijaya Kurniawan, orang dekat Raudi Akmal. 

Keduanya juga menyebut Anas sebagai penerima proposal di rumah dinas.

Yang bikin miris, sebagian besar pokdarwis penerima hibah ternyata baru dibentuk menjelang pencairan dana. 

Banyak wisata rintisan yang kini terbengkalai. 

Didik, Ketua Pokdarwis Sumber Cuwo, bahkan menyebut sumber mata air di Umbulmartani kini sekadar jadi tempat mencuci pakaian. Jawaban itu sempat mencairkan suasana sidang yang tegang. (hda/iwe)

• Tak Mau Pasrah, Perempuan Muda Kejar Jambret kemudian Tabrak Pelaku, TKP UH Jogja

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.