TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat Politik Selamat Ginting menilai amunisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya peluru hampa.
Terlebih, PSI kini sudah dianggap sebagai partai keluarga Jokowi. Dimana posisi Ketua Umum PSI dipegang oleh anak bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep.
Sedangkan Jokowi berpidato dalam Rapat Kerja Nasional I (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026) lalu.
Selain itu, PSI telah menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai presiden dua periode.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, yang menegaskan PSI siap mendukung terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua periode.
Namun dukungan PSI itu dianggap Selamat Ginting sebagai peluru hampa. Alasannya, PSI bukanlah partai parlemen
"Nah, itu dua kali bertarung gagal terus di parlemen. Padahal Jokowi ada di sana sebagai presiden," kata Selamat Ginting dikutip TribunJakarta.com dari akun Youtube Abraham Samad Speak Up, Selasa (10/2/2026).
"Maksudnya sudah dibackup oleh kekuasaan pada saat sudah tapi toh tetap enggak bisa," sambung Selamat.
Selamat juga menyinggung baliho PSI yang dinilai paling banyak diantara partai politik lain pada pemilu 2024.
Namun, kata Selamat, senjata yang dimiliki hanyalah peluru hampa.
"Bukan peluru tajam. Peluru yang dimiliki oleh PSI itu kira-kira kalau senjata ya peluru hampa bukan peluru tajam kira-kira gitu," kata Selamat.
Selamat juga mengungkit manuver partai politik lain semisal Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini terang-terangan menduetkan Prabowo dengan Zulkifli Hasan di Pilpres 2029.
Padahal, kata Selamat, selama ini publik melihat kedekatan Zulhas dengan Jokowi.
"Ternyata PAN sudah bahwa Prabowo-Zulhas," katanya.
Lebih lanjut, Selamat menuturkan kekebalan yang ada dalam diri Jokowi akan tergerus secara poltik. Sehingga, elit partai politik sudah membaca pengaruh Jokowi saat ini.
"Jadi berani memberikan perlawanan gitu. Dukungan kepada Prabowo bukan berarti dukungan terhadap Gibran. Nah gitu," kata Selamat.
Selamat memprediksi kekuatan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden akan semakin tergerus jelang 2029.
Sedangkan, PSI bakal menjadi kendaraan politik Gibran Rakabuming Raka.
"Publik akan melihat bahwa praktik politik yang dilakukan Jokowi dengan keluarganya ini sedang kira-kira kampanye pencitraan ini," ujarnya.
Dikutip dari Kompas.com, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan partainya siap kembali mendukung Prabowo Subianto untuk dua periode kepemimpinan.
Menurut Muhaimin, dukungan tersebut didasarkan pada kepuasan PKB terhadap kinerja pemerintahan Prabowo.
“Kita pokoknya intinya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode lah,” ujar Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Namun, Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin belum memberikan jawaban tegas terkait kemungkinan dukungan tersebut diberikan bersama Gibran sebagai calon wakil presiden.
“Oh belum dibahas. Belum,” tegas Cak Imin saat ditanya mengenai sosok cawapres pendamping Prabowo pada 2029.
Sikap hampir serupa disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai dukungan dua periode diperlukan agar seluruh program pemerintahan Prabowo dapat direalisasikan secara optimal.
PAN bahkan telah memiliki sikap final untuk kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno.
“Kita sudah tiga kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai lho di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Pak Prabowo tiga kali dalam tiga Pilpres,” kata Eddy saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, PAN belum menetapkan sikap resmi mengenai calon wakil presiden. Eddy menegaskan, penentuan pasangan capres-cawapres membutuhkan banyak pertimbangan.
“Kita tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik. Karena kembali lagi, yang namanya paket itu tentu kan harus ada simbiosisnya, bisa bekerja sama dengan baik, ada juga dukungan elektoralnya tinggi dan sebagainya,” ujar Eddy.
Secara pribadi, Eddy mengaku lebih mendukung Zulkifli Hasan untuk mendampingi Prabowo.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu,” kata Eddy, sembari menegaskan bahwa sikap tersebut belum menjadi keputusan resmi partai.
Partai Golkar juga telah menyatakan dukungannya terhadap Prabowo untuk kembali maju pada Pilpres 2029. Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut Prabowo sebagai sosok terbaik.
“Ya Pak Prabowo ini kan juga adalah kader Golkar, alumni Golkar. Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari yang lain?” ujar Bahlil saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.
Namun, dukungan Golkar itu belum secara tegas mencakup Gibran sebagai calon wakil presiden.