SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kabar duka menyelimuti Kota Pahlawan. Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) malam sekitar pukul 20.36 WIB di Jakarta.
Sosok yang akrab disapa Mas Adi atau Cak Awi ini, dikenal sebagai pemimpin bersahaja yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman politik.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengungkapkan duka mendalam atas kepergian kolega terbaiknya tersebut.
Di mata Fathoni, almarhum adalah figur pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan serta mampu menciptakan suasana kerja yang sejuk di lingkungan legislatif.
“Mas Adi ini pribadi yang bersahaja, pembawaannya tenang, dan visi berpikirnya jauh ke depan," kata Fathoni ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Selasa (10/2/2025).
Menurutnya, gaya kepemimpinan Adi Sutarwijono yang telah menjabat selama dua periode sangat dirasakan manfaatnya oleh anggota dewan periode 2019–2024 maupun 2024–2029.
Baca juga: BREAKING NEWS : Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang
Di bawah kepemimpinan Adi Sutarwijono, DPRD Surabaya dinilai menjadi ruang pengabdian yang minim konflik. Hal ini berdampak positif pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat dari waktu ke waktu.
Selain piawai dalam memimpin, Adi Sutarwijono juga dikenal sebagai rekan diskusi yang sangat mumpuni karena wawasannya yang luas.
Fathoni menyebut, almarhum sebagai politisi yang gemar membaca dan memiliki koleksi literatur yang sangat banyak. Hal inilah yang membuat setiap diskusi dengannya selalu berbobot dan menarik.
“Beliau tipikal politisi yang koleksi literaturnya banyak. Jadi kalau berdiskusi selalu menarik dan berbobot. Surabaya kehilangan sosok pelayan rakyat yang napas pengabdiannya tidak diragukan lagi. Tidak ada sekat antara Mas Adi dengan rakyat,” ujar Fathoni yang juga merupakan politisi Partai Golkar tersebut.
Baca juga: Sosok Adi Sutarwijono di Mata PDIP Jatim: Pemimpin Rendah Hati dan Berdedikasi
Fathoni mengenang pertemuan terakhirnya dengan Adi Sutarwijono pada awal Januari lalu. Saat itu, almarhum berpamitan untuk menjalani pengobatan secara intensif di Jakarta. Meski tengah sakit, pikiran Adi tetap tertuju pada tugas-tugas negara dan kepentingan masyarakat Surabaya.
“Beliau menitipkan kantor kepada kami, tiga pimpinan dewan lainnya, agar kerja-kerja politik kerakyatan tidak terganggu. Aktivitas DPRD harus tetap berjalan seperti biasa,” kenang Fathoni.
Adi Sutarwijono sengaja memilih berjuang melawan sakitnya secara tertutup, karena tidak ingin membebani orang lain.
Selain pesan profesional, ada pesan personal yang sangat membekas di hati Fathoni. Mengingat keduanya sama-sama berlatar belakang jurnalis, hubungan mereka sudah seperti sahabat lama.
“Beliau sempat menyampaikan terima kasih. Katanya, kalau tidak sempat membalas di dunia ini, di kehidupan berikutnya akan membalas," tutur Fathoni.
Baca juga: Politisi PDIP Adi Sutarwijono Meninggal, Daniel Rohi: Kami Sangat Kehilangan
Berdasarkan data yang dihimpun, Adi Sutarwijono memiliki perjalanan karier yang panjang sebelum akhirnya terjun ke dunia politik. Berikut adalah rekam jejak singkatnya:
Kabar meninggalnya Cak Awi juga dibenarkan oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Daniel Rohi.
"Kami sangat berduka atas berpulangnya Mas Adi Sutarwijono," kata Daniel singkat saat dikonfirmasi dari Surabaya.