Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG — Legenda Persib Bandung, Sujana, menilai kondisi tim Maung Bandung saat ini berada dalam situasi yang cukup ideal untuk menghadapi tantangan di Asia.
Menurutnya, kedalaman skuad yang dimiliki Persib, ditambah kecerdasan Bojan Hodak dalam menyusun strategi dan menentukan pemain, menjadi modal penting saat bertandang ke markas Ratchaburi FC.
“Dengan kedalaman skuat Persib sekarang, ditunjang dengan kepintaran Bojan dalam menerapkan strategi dan memilah pemain yang tepat, saya optimis Persib bisa mendapatkan poin penuh di kandang Ratchaburi FC,” ujar Sujana, 10 Februari 2026.
Ia mengingatkan bahwa kedua tim sejatinya bukan lawan yang benar-benar asing. Sebelum tampil di babak 16 besar AFC Champions League Two yang dijadwalkan berlangsung Rabu (11/2/2026), Persib dan Ratchaburi FC sudah sempat saling berhadapan pada laga pramusim.
“Sebelum 16 besar ini, Persib dan Ratchaburi pernah bertemu di pramusim dan hasilnya imbang 2-2,” katanya.
Dari pertemuan tersebut, Sujana menilai Bojan sudah memiliki gambaran awal mengenai kekuatan calon lawan. Apalagi, Persib juga sempat menghadapi tim asal Thailand lainnya sebelum memasuki fase gugur.
Sujana memperkirakan Ratchaburi akan langsung mengambil inisiatif permainan karena tampil di hadapan pendukung sendiri. Tekanan sejak awal laga menjadi hal yang harus diantisipasi Persib.
Ia memprediksi Persib tidak akan terburu-buru pada menit-menit awal pertandingan. Pendekatan yang lebih berhati-hati diyakini bakal dipilih untuk membaca situasi.
“Di 10 sampai 15 menit awal, mungkin Persib lebih menunggu, main passing di area pertahanan,” katanya.
Menurut Sujana, Persib selama ini dikenal punya transisi cepat saat menguasai bola. Namun, situasi tersebut juga berpotensi sudah dipelajari lawan.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan sepanjang pertandingan. Kesalahan kecil, terutama di lini belakang, dinilai bisa berakibat fatal.
“Intinya, Persib harus benar-benar disiplin. Jangan sampai ada kesalahan passing, jaga lawan harus benar dari awal sampai akhir. Kesalahan di daerah pertahanan itu sangat berbahaya,” katanya.
Sujana juga menyoroti perbedaan pendekatan Persib di kompetisi Asia dibandingkan dengan liga domestik. Menurutnya, Persib cenderung lebih sabar saat tampil di ACL-2.
“Kalau di liga bisa saling serang, tapi di ACL-2 Persib lebih build up ball position, menunggu celah dan kesalahan lawan. Tapi sebaliknya, kesalahan dari Persib juga bisa jadi bahaya,” tuturnya.
Dalam konteks tersebut, ia menilai Bojan memang kerap menyiapkan skema khusus untuk laga Asia. Penguasaan bola dan kesabaran menjadi ciri utama.
“Di ACL biasanya Bojan pakai strategi berbeda, lebih ke penguasaan bola, menunggu kesalahan lawan, lalu ada satu, dua, tiga counter attack. Itu memang strateginya,” ujar Sujana.
Ia menambahkan, pada beberapa laga sebelumnya Persib sempat terlihat terlalu lama memegang bola. Namun, perubahan biasanya muncul setelah turun minum.
“Pernah terlihat bosan menunggu, pegang bola, balik lagi ke belakang. Tapi biasanya di babak kedua ada perubahan,” katanya.
Absennya Marc Klok, Beckham, dan Julio Cesar turut menjadi perhatian. Meski begitu, Sujana menilai Persib masih punya solusi berkat kedalaman tim.
Menurut Sujana, secara figur memang tidak mudah menggantikan peran Klok dan Beckham. Namun, opsi pemain lain tetap tersedia.
“Mungkin tidak ada sosok Klok dan Beckham, tapi masih banyak yang bisa diandalkan. Ada Barba, Teja, bahkan Dedi Kusnandar juga bisa dipersiapkan,” katanya.
Kehadiran pemain anyar seperti Layvin Kurzawa juga dinilai membawa dampak positif bagi suasana tim. Label pengalaman internasional disebut menjadi pemicu tambahan motivasi.
“Dengan adanya pemain anyar sekelas Kurzawa, mudah-mudahan bisa jadi motivasi. Dengan nama dan pengalamannya, dia pasti ingin memperlihatkan kemampuannya,” ujar Sujana.
Ia mengingatkan bahwa Kurzawa memiliki rekam jejak panjang di level tertinggi Eropa.
Sujana menyamakan efek kehadiran Kurzawa dengan momen saat Persib mendatangkan pemain bintang di masa lalu.
“Datangnya Kurzawa ini bisa meningkatkan motivasi, seperti waktu Persib kedatangan Essien, motivasinya terasa lebih tinggi,” ucapnya.
Meski berstatus pemain berpengalaman, Sujana menekankan pentingnya adaptasi cepat dari Kurzawa terhadap tim.
Ia mencontohkan situasi saat Kurzawa masuk daftar pemain pada laga melawan Malut di Super League, namun tidak dimainkan.
“Waktu lawan Malut, dia masuk line up tapi tidak dimainkan, supaya melihat permainan Persib dan cara pemain satu sama lain, supaya dia tahu,” kata Sujana.
Menurutnya, pemain dengan latar belakang Eropa biasanya cepat membaca situasi di dalam tim.
Menatap laga di Thailand, Sujana tetap melihat peluang Persib untuk meraih hasil maksimal. Rotasi pemain yang dilakukan Bojan dinilai menjadi salah satu kekuatan.
“Di kandang Ratchaburi, potensi Persib dapat poin penuh tetap ada. Bojan pintar merotasi pemain dan tidak memainkan pemain yang itu-itu saja,” katanya.
Ia mencontohkan keberhasilan Bojan dalam memanfaatkan rotasi pada laga sebelumnya.
“Seperti waktu lawan Malut menang 2-0, Saddil Ramdani diturunkan di menit akhir tapi bisa mencetak gol,” ujar Sujana.
“Saya optimis Persib bisa meraih poin penuh dengan pemain yang ada sekarang. Banyak pemain yang bisa menempati beberapa posisi, jadi Bojan tidak terlalu pusing meski Klok, Beckham, dan Julio Cesar absen,” pungkasnya.