TRIBUNKALTIM.CO - Wilayah Provinsi Kalimantan Timur diperkirakan masih akan didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan sepanjang sepekan ke depan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk periode Rabu, 11 Februari hingga Kamis, 19 Februari 2026, hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini mengalami kondisi atmosfer yang lembap dengan potensi hujan ringan hampir setiap hari.
Kondisi ini menandakan bahwa Kalimantan Timur masih berada dalam fase musim hujan.
Curah hujan memang tidak masuk kategori lebat, namun intensitas yang terjadi hampir merata membuat masyarakat perlu lebih waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan, pelaku transportasi darat dan laut, hingga sektor pertanian.
Baca juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Kaltim Sore Ini, Waspada Hujan Lebat Disertai Petir, Angin Kencang
Dalam istilah meteorologi, hujan ringan berarti curah hujan di bawah 20 milimeter per hari, tetapi jika terjadi terus-menerus dapat menimbulkan genangan di titik-titik rawan.
Selama sepekan, suhu di Kalimantan Timur relatif stabil dengan rentang 19 hingga 32 derajat Celsius.
Wilayah pesisir seperti Balikpapan, Samarinda, dan Bontang cenderung berada pada kisaran 23–31 derajat, sementara daerah pedalaman seperti Mahakam Ulu lebih sejuk dengan suhu minimum hingga 19 derajat.
Kelembapan udara tercatat sangat tinggi, berada di kisaran 58 hingga 99 persen.
Kelembapan di atas 80 persen tergolong tinggi dan berpotensi membuat udara terasa lebih panas dan pengap, meski suhu tidak ekstrem.
Tingginya kelembapan ini juga menjelaskan mengapa hujan ringan terus terjadi di banyak daerah, karena uap air di atmosfer sangat melimpah.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Rabu, 11 Februari 2026, hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur mengalami hujan ringan atau berawan tebal.
Daerah yang Mengalami Hujan Ringan
Kabupaten Berau
Kutai Barat
Kutai Timur
Penajam Paser Utara
Kota Balikpapan
Kota Samarinda
Kota Bontang
Hujan ringan ini disertai kelembapan tinggi, rata-rata di atas 70 persen, dengan suhu berkisar 22–30 derajat Celsius.
Daerah yang Tidak Mengalami Hujan pada 11 Februari
Kabupaten Paser (berawan)
Kutai Kartanegara (berawan)
Sementara itu, Mahakam Ulu mengalami kondisi paling ekstrem pada hari tersebut, yakni petir dengan suhu 19–26 derajat dan kelembapan hingga 99 persen.
Kondisi ini menandakan adanya awan cumulonimbus, jenis awan hujan yang bisa memicu badai petir.
Prakiraan Tiap Wilayah Sepanjang Pekan
Paser
Kabupaten Paser memulai pekan dengan cuaca berawan pada 11 Februari, lalu hujan ringan hingga Sabtu, 14 Februari.
Setelah itu, cuaca kembali didominasi awan hingga 19 Februari. Suhu berkisar 23–32 derajat dengan kelembapan hingga 98 persen.
Kutai Kartanegara
Wilayah ini akan mengalami hujan ringan pada 12–14 Februari, lalu berawan hingga 16 Februari. Hujan kembali turun pada 17 Februari. Suhu maksimum bisa mencapai 32 derajat.
Berau
Berau diawali hujan ringan hingga Jumat, 13 Februari, lalu berawan hingga 19 Februari. Suhu relatif lebih sejuk, antara 21–30 derajat.
Kutai Barat
Hujan ringan diperkirakan mendominasi awal hingga pertengahan pekan, diselingi cuaca berawan. Suhu berkisar 22–31 derajat.
Kutai Timur
Wilayah ini termasuk yang paling sering diguyur hujan ringan, dari 11 hingga 14 Februari, lalu kembali hujan pada 17–19 Februari.
Penajam Paser Utara
Hujan ringan terjadi hingga 13 Februari, lalu cuaca berubah menjadi berawan hingga akhir periode.
Mahakam Ulu
Daerah ini paling dinamis: petir pada 11 Februari, lalu hujan ringan, cerah berawan, udara kabur, hingga hujan kembali. Suhu terendah mencapai 19 derajat.
Kota Balikpapan
Hujan ringan terjadi hingga 13 Februari. Pada 14 Februari cuaca berawan, disusul udara kabur pada 15 Februari. Selebihnya berawan hingga 19 Februari.
Kota Samarinda
Hujan ringan mendominasi 11–14 Februari, lalu berawan hingga 18 Februari. Pada 19 Februari kembali hujan ringan.
Kota Bontang
Hujan ringan terjadi hingga 13 Februari, kemudian udara kabur pada 14 Februari, dan kembali hujan ringan menjelang akhir periode.
Dampak dan Imbauan
Kondisi hujan ringan yang berlangsung hampir setiap hari dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi hingga kesehatan.
Kelembapan tinggi bisa memicu gangguan pernapasan, sementara jalan licin meningkatkan risiko kecelakaan.
Masyarakat disarankan untuk selalu membawa perlengkapan hujan, memperhatikan informasi cuaca harian, dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi petir atau hujan terus-menerus.