TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Jalan alternatif penghubung Kota Semarang dan Kabupaten Semarang ambles di area depan Wana Wisata Penggaron, masuk wilayah Kaligawe, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, dan Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Seorang pemilik warung yang juga warga setempat, Maryam mengatakan, jalan ambles sudah terjadi sepekan terakhir dipicu akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut.
"Waktu itu patah, amblas, kurang lebih setengah meter. Selang hari nambah lagi, tambah jam tambah lagi,” kata Maryam kepada Tribun Jateng, Selasa (10/2/2026).
“Perlahan tidak terasa, tahu-tahu dinaiki mobil agak susah, motor juga banyak yang macet, pada turun yang bonceng," sambungya.
Beruntung, lanjut Maryam, tidak ada korban saat terjadi jalan ambles.
Warga berjaga untuk mengamankan serta membantu pengendara yang tidak bisa naik atau turun.
Pantauan Tribun Jateng, ada dua titik jalan yang ambles.
Titik pertama nampak sudah diperbaiki.
Namun, titik lainnya masih nampak ambles.
Saat melewati titik tersebut, sejumlah pengendara terlihat mengurangi kecepatan dan memilih area yang dinilai lebih aman.
"Ini sudah mulai diperbaiki, diuruk aspal. Kemarin, banyak truck dump ke sini untuk nguruk," beber Maryam.
Dia pun mengaku khawatir adanya kejadian susulan mengingat intensitas hujan masih tinggi.
Apalagi, lokasi warungnya tepat berada di sebelah jalan ambles itu.
Dia berharap, perbaikan segera rampung agar memberikan keamanan dan kenyamanan warga yang melintas.
"Soalnya, jalan ini ramai karena di ujung sana juga masih ada kampung," tambahnya.
Kewenangan Pemprov
Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Danang Eko mengatakan, jalan ambles di Penggaron itu sudah ditangani oleh Bina Marga Provinsi Jawa Tengah.
Jalan tersebut memang merupakan jalan kewenangan Pemprov Jateng.
Meski penanganan baru bersifat darurat, setidaknya sudah bisa dilewati pengendara secara fungsional.
"Sudah ada penanganan dari (Pemerintah) Provinsi itu kemarin, meskipun sifatnya darurat tapi secara fungsional itu sudah bisa lewat meskipun belum permanen. Artinya, kan kemarin masih sifatnya itu timbunanlah supaya melandaikan,” kata Danang, Selasa.
“Ada pengaspalan sedikit, supaya pengguna jalan nyaman," sambungnya.
Danang mengakui, kondisi jalan tersebut saat ini belum sempurna.
Pihaknya masih berkoordinasi dengan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah terkait kemungkinan rencana pembenahan selanjutnya.
"Alternatifnya apakah itu dikonstruksi secara rigid ataukah menggunakan jalur alternatif untuk mengambil rute yang lain, trase yang lain, itu baru mau kami diskusikan karena itu setiap tahun kok selalu terjadi," ungkapnya.
Dari analisis sekilas, sambung Danang, ada penurunan yang kemudian menjadi patahan.
Diduga, ada aliran air atau mata air di bawah jalan yang menyebabkan tanah turun.
"Itu kira-kira kalau analisis visual, tapi analisis visual ini tidak bisa untuk pedoman pasti karena harus dilakukan penyelidikan tanah," tambahnya. (Eka Yulianti Fajlin)