TRIBUNJOGJA.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat.
Di Indonesia, Imlek juga kerap dirayakan dengan tradisi open house,
di mana teman dan kolega dipersilakan berkunjung untuk bersilaturahmi.
Namun, sebagai tamu, penting untuk memahami cara bertamu yang benar ke rumah teman yang merayakan Imlek
agar kunjungan tetap sopan, berkesan, dan menghormati tradisi yang dijalankan.
Bertamu saat Imlek tidak hanya soal datang dan bersilaturahmi, tetapi juga menyangkut etika, pilihan sikap,
hingga hal-hal kecil yang memiliki makna simbolis.
Baca juga: Ritual Ci Swak di Klenteng Liong Hok Bio Magelang, Tradisi Tolak Bala Penutup Perayaan Imlek
Agar tidak salah langkah, berikut 10 cara bertamu yang benar untuk berkunjung ke rumah teman yang sedang merayakan Tahun Baru Imlek.
Bertamu ke rumah teman yang merayakan Imlek perlu memperhatikan waktu kunjungan.
Pada hari raya Imlek, tuan rumah biasanya memiliki agenda keluarga dan menerima banyak tamu,
sehingga datang di jam yang wajar menjadi bentuk penghormatan dasar.
Datang terlalu pagi atau terlalu malam bisa dianggap kurang sopan dan mengganggu kenyamanan tuan rumah.
Dengan menyesuaikan waktu, tamu turut membantu menjaga suasana perayaan tetap tertib dan menyenangkan bagi semua pihak.
Hindari datang terlalu pagi atau terlalu malam karena bisa mengganggu waktu keluarga inti.
Penampilan menjadi hal pertama yang terlihat saat bertamu.
Mengenakan pakaian yang rapi dan sopan mencerminkan sikap menghargai tuan rumah serta momen hari raya yang sedang dirayakan.
Dalam tradisi Imlek, warna cerah seperti merah atau warna netral lebih dianjurkan karena melambangkan keberuntungan.
Hindari pakaian serba hitam atau putih juga penting agar tidak bertentangan dengan makna perayaan.
Membawa buah tangan saat bertamu bukan kewajiban, tetapi sudah menjadi kebiasaan yang baik.
Bingkisan sederhana menunjukkan niat tulus dan rasa terima kasih kepada tuan rumah yang telah menerima kunjungan.
Buah seperti jeruk, kue kering, atau hampers Imlek sering dipilih karena memiliki makna simbolis.
Nilai utama dari buah tangan bukanlah harga, melainkan perhatian dan etika sosial.
Ucapan Selamat Imlek menjadi pembuka penting saat berkunjung.
Ucapan ini tidak harus panjang, tetapi disampaikan dengan nada yang ramah dan penuh hormat.
Mengucapkan “Selamat Tahun Baru Imlek” atau “Gong Xi Fa Cai” menunjukkan penghargaan terhadap perayaan yang sedang dijalankan,
juga membantu menciptakan suasana hangat sejak awal kunjungan.
Setiap keluarga memiliki tradisi Imlek yang berbeda.
Oleh karena itu, tamu perlu bersikap peka dan menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku di rumah tersebut.
Perhatikan kebiasaan di rumah tersebut, seperti melepas alas kaki, cara duduk, atau urutan memberi salam.
Jika ragu, ikuti saja apa yang dilakukan anggota keluarga lain.
Tuan rumah biasanya menyajikan aneka makanan khas Imlek.
Sajian ini merupakan bentuk sambutan dan penghormatan kepada tamu.
Jika disuguhi makanan atau minuman, usahakan untuk mencicipinya meski sedikit.
Jika tidak dapat mengonsumsi hidangan tertentu, sebaiknya menolak dengan cara yang halus.
Menolak secara halus lebih baik daripada menolak mentah-mentah karena bisa dianggap kurang sopan.
Sikap ini membantu menjaga perasaan tuan rumah dan suasana silaturahmi tetap positif.
Imlek identik dengan harapan baik dan suasana penuh doa.
Oleh karena itu, penting bagi tamu untuk menjaga sikap dan perkataan selama berkunjung.
Saat bertamu, hindari topik sensitif seperti masalah keuangan, konflik keluarga, atau hal-hal negatif.
Imlek identik dengan harapan baik, sehingga pembicaraan seputar kesehatan, kebahagiaan, dan rencana positif lebih dianjurkan.
Karena biasanya banyak tamu yang datang, sebaiknya tidak terlalu lama berkunjung.
Kunjungan yang singkat namun berkualitas justru lebih dihargai.
Bertamu secukupnya menunjukkan bahwa kita menghargai waktu tuan rumah dan memberi kesempatan bagi tamu lain untuk bersilaturahmi.
Dengan berpamitan tepat waktu, tamu menunjukkan empati dan pengertian terhadap kondisi tuan rumah yang harus membagi waktu dengan banyak orang.
Bertamu berarti berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak dan orang tua.
Sikap ramah dan santun kepada mereka menjadi bagian dari etika bertamu.
Jika di rumah tersebut terdapat anak-anak atau orang tua, bersikaplah ramah dan santun.
Jangan sembarang menanyakan hal pribadi kepada anak-anak, dan tunjukkan sikap hormat kepada orang yang lebih tua.
Sebelum meninggalkan rumah, berpamitan dengan sopan merupakan penutup yang penting.
Ucapan terima kasih atas jamuan dan sambutan menunjukkan apresiasi kepada tuan rumah.
Berpamitan dengan sopan meninggalkan kesan baik dan mempererat hubungan pertemanan.
Baca juga: Stasiun Yogyakarta Bersolek Sambut Tahun Baru Imlek 2026
Bertamu ke rumah teman yang merayakan Imlek bukan sekadar tradisi sosial,
tetapi juga simbol mempererat hubungan dan menyebarkan energi positif.
Sikap sopan, ramah, dan menghargai tradisi mencerminkan toleransi serta keberagaman budaya yang hidup di masyarakat Indonesia.
Memahami cara bertamu yang benar ke rumah teman yang merayakan Imlek sangat penting.
agar silaturahmi berjalan dengan lancar dan penuh makna.
Dengan menjaga etika, menghormati tradisi, serta bersikap sopan,
kunjungan saat Imlek tidak hanya menjadi momen kebersamaan,
tetapi juga wujud nyata saling menghargai dalam keberagaman.
sebagai tamu, penting untuk memahami cara bertamu yang benar ke rumah teman yang merayakan Imlek
agar kunjungan tetap sopan, berkesan, dan menghormati tradisi yang dijalankan.
(MG Shabrina Andini)