Oleh: Pastor Jhon Lewar SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik hari ini Rabu 11 Februari 2026.
Tema renungan Katolik hari ini "menjaga mulut".
Renungan Katolik hari ini untuk hari Rabu Biasa V, hari Orang Sakit Sedunia, Perayaan fakultatif Santa Perawan Maria dari Lourdes, Santo Gregorius II, Paus, Santo Saturninus, Martir, dengan warna liturgi hijau.
Adapun liturgi Katolik hari Rabu 11 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Rabu 11 Februari 2026, Menajiskannya
"Ratu Syeba melihat segala hikmat Salomo."
Pada suatu ketika, ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama Tuhan. Maka datanglah ia hendak menguji Salomo dengan teka-teki.
Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal.
Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala apa yang ada dalam hatinya kepada Salomo. Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.
Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, makanan di mejanya dan cara duduk pegawai-pegawainya.
Cara pelayan-pelayan melayani dan berpakaian; minumannya, dan kurban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah Tuhan, maka tercenganglah ratu itu.
Dan ia berkata kepada raja, “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu!
Dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. Berbahagialah para isterimu! Berbahagialah para pegawaimu, yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu!
Terpujilah Tuhan, Allahmu, yang telah berkenan kepadaku sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel!
Karena Tuhan mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 37:5-6.30-31.39-40
Ref. Mulut orang benar menuturkan hikmat.
Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengatakan kebenaran. Taurat Allah ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidaklah goyah.
Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan; Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik; Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.
Bait Pengantar Injil Yohanes 17:17ba
Ref. Alleluya
Sabda-Mu ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran. Alleluya.
Bacaan Inji Markus 7:14-23
"Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
Pada suatu hari, Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkanlah Aku, dan camkanlah ini! Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskan dia!
Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya!” Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar! Sesudah itu Yesus masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak.
Maka murid-murid bertanya kepada Yesus tentang arti perumpamaan itu. Yesus menjawab, “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya?
Camkanlah! Segala sesuatu yang dari luar masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskan dia, karena tidak masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban!” dengan demikian Yesus menyatakan semua makanan halal.
Yesus berkata lagi, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya! Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan,
kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Menjaga Mulut"
Dari Bacaan Injil Markus(7:14-23) hari ini, Tuhan kita Yesus Kristus menegaskan
tentang hal yang biasa dan sederhana namun banyak orang gagal
melakukannya, yakni “menjaga mulut.” Mengapa? Dan terhadap hal apa saja
mulut harus kita jaga? Memang mulut harus dijaga dengan baik, karena apapun
yang masuk ke dalam dan keluar dari mulut bisa membawa efek yang
menentukan: apakah seseorang selamat atau tidak selamat? Inilah yang
dikatakan Tuhan kita Yesus Kristus kepada para pendengar-Nya, “Lalu Yesus
memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua,
dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam
seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang,
itulah yang menajiskannya” (Markus 7:15).
Ketika para murid-Nya belum memahami pengajaran-Nya, Yesus memberikan
penjelasan berikut ini, “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak
tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang
tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam
perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua
makanan halal. Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang
menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat,
percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan,
kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang” (Markus 7:18-23). Melalui
penjelasan ini, beberapa hal perlu kita tindaklanjuti, yakni bahwa (a) semua
yang masuk ke dalam mulut (= makanan!) adalah baik. Sebaliknya (b) semua
yang keluar dari mulut tidak selalu baik, sebab bisa saja mengungkapkan
perbendaharaan hati yang jahat. Sebab itu, (c) supaya mulut tidak
mengeluarkan hal-hal yang jahat, hati dan pikiran manusiawi kita harus kita
jaga dengan baik.
Nah, apa yang perlu kita lakukan supaya perbendaharaan hati kita hanya ada
hal-hal yang baik dan positif, supaya ketika terungkap keluar lewat mulut kita,
orang-orang di sekitar kita hanya dapat mengalami hal-hal yang baik dari turut kata dan tindakan kita? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita temui Salom
dalam Kitab 1Raja-raja 10:1-9, dan Pemazmur dalam Kitab Mzm. 37:5-6.30-
31.39-40.
Mari belajar dari Salomo. Ketika diangkat menjadi raja menggantikan Daud,
ayahnya, inilah yang diminta Salomo kepada Tuhan, “Maka sekarang, ya
TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja
menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum
berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu
yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira
banyaknya.
Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang
perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang
baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang
sangat besar ini?” (1Raja-raja 3:7-9) Dari teks ini, kita tahu bahwa Salomo tidak
meminta hal-hal yang lahiriah, melainkan hal-hal yang terkait dengan hidup
bathiniahnya, yakni “Hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi
umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat.”
Permintaan Salomo ini sangat berkenan kepada Tuhan, dan karena itu Tuhan
memberikan bukan hanya yang diminta tetapi juga yang tidak diminta pun
Tuhan berikan kepada Salomo (1Raja-raja 3:10-13). Dalam Bacaan Pertama
hari ini, Salomo dikunjungi oleh Ratu dari Negeri Syeba, yang begitu terpesona
dengan Salomo dan kebijaksanaannya, sehingga Sang Ratu juga akhirnya ikut
memuji dan memuliakan Tuhan Allahnya Salomo, (1Raja-raja 10:4-
9). Demikianlah tutur kata serta sikap dan tindakan yang mengalir dari relasi
yang akrab dengan Tuhan Allah, akan mengantar orang-orang lain juga kepada
Tuhan Allah yang kita imani!
Mari belajar dari Pemazmur. Pemazmur menggunakan tutur kata, dan sikap
serta tindakan untuk mengarahkan orang-orang kepada Tuhan. Terkait
hubungan manusia dengan Allah, Pemazmur mengajak orang-orang untuk
percaya kepada Tuhan, dan menyerahkan hidup mereka kepada-Nya (Mazmur
37:5-6). Selanjutnya, terkait hubungan dengan sesama manusia, Pemazmur
meminta mereka untuk menggunakan mulut dan lidahnya untuk menuturkan
Taurat Tuhan yang telah Dia tanamkan dalam hati mereka (Mazmur 37:30-31).
Alasan mengapa Pemazmur mengajak orang untuk membangun hubungan yang
baik dengan Tuhan Allah dan dengan sesamanya, karena Pemazmur yakin
bahwa orang-orang benar, yaitu orang-orang yang menggunakan mulut dan
hatinya sesuai dengan kehendak Tuhan, akan diselamatkan, dan orang-orang
yang menuturkan kefasikan akan dihukum (Mazmur 37:39-40).
Mari meneladani Salomo dan Pemazmur. Setelah mengenal dan mengtahui apa
yang dilakukan oleh Salom dan Pemazmur terkait dengan soal mulut dan hati,
mari kita meneladani apa yang tela dilakukan mereka berdua, supaya lewat
tutur kata, sikap dan tindakan kita, orang-orang boleh menemukan jejak-jejak
kehadiran Tuhan Allah dan Firman-Nya di dalam hati dan hidup
kita(https://karyakepausanindonesia.org/2024/02/06/apa-yang-sebaiknya keluar-dari-mulut-para-pengikut-kristus).
DOA:
Tuhan Yesus, ubahlah hati kami yang senantiasa keras menjadi hati yang
putih dan murni seperti hatiMu dan jadikanlah hati kami sebagai sarana untuk
mengalirkan kasih kepada semua orang. Sehingga semua orang dapat melihat Engkau melalui hati kami... Amin
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Rabu. Salam doa dan berkatku untukmu
dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh
Kudus...Amin. (sumber the katolik.com/kgg).