Laporan Wartawan TribunPalu.com. Misna
TRIBUNPALU.COM - Sejumlah anak sekolah dasar di Dusun Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terpaksa menyebrangi sungai setiap pagi menggunakan rakit untuk pergi ke sekolah.
Hal ini diungkapkan melalui unggahan video dan foto oleh Sukardi Zazg di media sosial yang menunjukkan kondisi tersebut.
Dalam unggahannya, Sukardi menjelaskan bahwa anak-anak ini harus naik rakit untuk melintasi sungai demi bisa hadir ke sekolah mereka.
Dalam video tersebut, 16 anak mengenakan seragam sekolah dasar dan menyeberangi sungai bersama-sama dengan rakit, dibantu oleh seorang dewasa yang mengendalikan rakit tersebut.
Namun, menurut Sukardi, ada kalanya anak-anak tersebut tidak dapat bersekolah apabila air sungai sedang naik atau terjadi banjir, sehingga mereka tidak bisa melintasi sungai dengan rakit.
Sukardi juga menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat putusnya jembatan saat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Baca juga: Dinas Kesehatan Morowali Fokus Percepatan Penanggulangan TBC
Unggahan ini berhasil menarik perhatian warganet dan menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, memperlihatkan betapa sulitnya akses pendidikan bagi anak-anak di Dusun Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala. (*)
Kondisi WIlayah Dusun Bontopangi
Dusun Bontopangi yang terletak di Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, dikategorikan ke dalam wilayah dengan karakteristik 3T.
Dusun Bontopangi berada di wilayah utara Kabupaten Donggala.
Meskipun Desa Tonggolobibi berada di jalur Trans Sulawesi, dusun-dusun di pedalamannya seringkali memiliki akses jalan yang sulit.
Jarak dari pusat ibu kota Kabupaten Donggala sangat jauh, memakan waktu perjalanan darat berjam-jam.