TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan melakukan pemantauan dan sosialisasi di Pasar Baru, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan pasar rakyat sekaligus menata sarana perdagangan agar lebih tertib dan terorganisasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Mateng, Muhammad Nasri Nur Achir, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan pusat ekonomi yang tertib, bersih, dan berdaya saing.
Baca juga: Musrenbang di Pangale, Wabup Mamuju Tengah Tekankan Usulan Program Prioritas
Baca juga: 20 Hektare Lahan Disiapkan Pemkab Mateng untuk Sekolah Rakyat
“Pasar sebagai pusat transaksi ekonomi memegang peran krusial dalam menjaga dinamika sosial dan ekonomi masyarakat. Pasar harus dikelola secara profesional agar mampu menumbuhkan daya saing,” ujar Nasri saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Rabu (11/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Mateng melakukan pemantauan langsung kondisi pasar serta menyosialisasikan penetapan pedagang melalui Surat Keputusan (SK).
Nasri menegaskan, penetapan pedagang melalui SK bukan sekadar administrasi, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Menurutnya, kebijakan itu bertujuan memberikan kepastian dan perlindungan bagi pedagang maupun konsumen, serta mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia juga menyoroti peran penting Aparatur Perdagangan dalam pengelolaan pasar.
Kehadiran aparatur dinilai menjadi kunci dalam pendataan pedagang secara akurat serta menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, aman, dan kompetitif.
Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur perdagangan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis Pemkab Mamuju Tengah dalam membangun tata kelola pasar yang transparan, teratur, dan mendukung iklim usaha yang kondusif bagi pedagang serta masyarakat luas. (*)
Laporan Wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah