Sebelum Ditemukan Tewas, Hindrajaja Cari Indekos Murah, Saksi Mata: Badannya Lesu
Reny Fitriani February 11, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Saksi mata Pemi Jayadi mengungkap kondisi korban Hindrajaya (61) sebelum ditemukan tewas terbungkus plastik dan dililit lakban di indekos Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung. 

Warga Jati Agung, Lampung Selatan mengatakan, korban sempat bertemu dengan beberapa orang termasuk dirinya. 

Ia melihat korban berada di depan Taman Kanak-kanak (Tk) Amarta Tani atau depan lingkungan Kantor Camat Labuhan Ratu dan Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, di Jalan Seokarno Hatta, Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Saksi menunjukkan arah korban bertemu dengannya hingga diantar oleh Pak Ogah lainnya ke indekos tempat korban ditemukan tewas.

Korban bertanya kepadanya dimana tempat kontrakan atau penginapan murah yang dekat daerah tersebut.

Baca Juga Jasad Terbungkus Plastik di Indekos, Korban Sempat Ngaku Jadi Korban Pencopetan

Kemudian Pak Ogah yang akrab disapa Erwin mengantarkan korban ke indekos tersebut dengan menggunakan Yamaha Jupiter. 

"Korban itu ketemu dengan saya jam 14.30 WIB dengan menggunakan baju merah, jaket hitam dan tas hitam dengan badannya yang lesu,"  ujar Pemi Jayadi, saat diwawancarai Tribun Lampung, Selasa (10/2/2026). 

Korban dari arah Panjang dan bukan dari arah Indogrosir, dan dirinya bertemu dengan Erwin dan korban saat pergantian shift. 

Namun setelah itu dirinya tidak tahu lagi, karena korban sudah diantara ke tempat penginapan tersebut. 

"Saya baru tahu yang ketemu saya kemarin itu yang geger meninggal di indekos di Jalan Untung Suropati ," ujar Pemi. 

Korban sempat mengatakan bahwa dirinya dari luar kota.

Pada saat bersamaan petugas dari tim Jatanras Polda Lampung tengah mengumpulkan barang bukti CCTV. 

Petugas menyusuri lokasi yang terdapat CCTV untuk pengungkapan kasus yang masih menjadi misteri. 

Polisi juga tengah menggali informasi dari saksi-saksi sebelum ke penginapan tersebut. 

Seperti menggali keterangan saksi yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Labuhan Ratu tersebut hingga ke minimarket.

Fakta Menarik

Ada sederet fakta menarik di balik peristiwa yang menghebohkan tersebut. 

1. Kepala Terbungkus Plastik

Diketahui, peristiwa menggegerkan terjadi di sebuah indekos Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. 

Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad pria di dalam kamarnya.

Yang lebih mengagetkan lagi, jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi kepala terbungkus plastik yang direkatkan dengan lakban. 

Belum diketahui apakah pria itu sengaja mengakhiri hidup atau menjadi korban pembunuhan.

2. Ditemukan Luka Lebam 

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan, korban bernama Hindrajaja (61), warga Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten. 

Menurut Gigih, ditemukan luka lebam di wajah korban.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan temuan luka lebam tersebut masih didalami untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Ditemukan luka lebam di bagian wajah. Namun, apakah korban meninggal akibat penganiayaan atau sebab lain, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” kata Gigih kepada Tribun Lampung, Minggu (8/2/2026).

Gigih menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) serta memperdalam keterangan para saksi. 

“Korban berada di kamar sendirian. Kami mengimbau agar tidak ada asumsi liar, karena proses penyelidikan masih berjalan,” tegasnya. 

Dia menyatakan, Polresta Bandar Lampung masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

3. Amankan Barang Bukti

Pasca penemuan jasad di indekos, tim inafis Polresta Bandar Lampung melakukan olah TKP.

Dalam olah TKP yang berlangsung selama sekitar empat jam itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti.

Dari pantauan di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dan dimasukkan ke dalam plastik. 

Beberapa di antaranya berupa kotak sampah di dalam kamar korban, tas, serta beberapa bungkus sisa makanan.

Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung untuk menjalani visum luar. 

"Sementara jenazah kami bawa ke RSUD Abdul Moeloek untuk dilakukan visum luar guna mengetahui apakah korban merupakan korban pembunuhan atau bukan," tambah Gigih.

4. Mengaku Dicopet

Salah satu penghuni indekos yang juga saksi mata, Anas (23), mengungkapkan bahwa korban diduga mengalami masalah keuangan. 

Berdasarkan informasi dari pengelola indekos, korban mengaku hanya membawa uang Rp 200 ribu dan sempat menyebut dirinya menjadi korban pencopetan.

Menurut Anas, korban masuk ke kamar indekos pada Kamis siang. Ia seharusnya sudah keluar pada Jumat. 

Namun, saat kamar diketuk, tidak ada respons dari dalam.

“Karena curiga, saya melihat dari ventilasi dan terlihat ada sepatu di dalam. Saat pintu dibuka dengan kunci cadangan, ternyata tidak bisa dibuka,” beber Anas.

Anas kemudian mengintip menggunakan kamera ponsel melalui celah ventilasi. 

Ia melihat kaki korban di atas tempat tidur. 

Sementara kondisi lampu kamar padam.

Karena merasa curiga, akhirnya kamar didobrak. 

Saat itu korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

5. Diduga Korban Pembunuhan

Sementara itu, pemilik bengkel motor di depan indekos, Agus Sutiyono, menduga korban meninggal akibat dibunuh. 

Menurutnya, kondisi kamar terlihat berantakan dan tangan korban seperti terikat di belakang tubuhnya.

“Korban ditutup plastik di bagian wajah dan kondisi tempat tidur acak-acakan. Kami menduga korban dibunuh,” ujar Agus.

Ia menyebutkan, indekos tersebut menyewakan delapan kamar dengan sistem harian hingga tahunan. 

Sebelumnya kerap terlihat orang tak dikenal yang keluar-masuk indekos tersebut. 

6. Driver Ojol

Gatot, ketua RT setempat, membenarkan penemuan jasad seorang pria di indekos dalam kondisi kepala tertutup plastik. 

Ia mengaku mendapat informasi adanya penemuan jasad pria dari warga dan segera mendatangi lokasi kejadian. 

"Saya dapat informasi dari warga, terus saya intruksikan kepada mereka agar tidak mendekat dan tidak memegang barang apa pun di sana sampai polisi datang," ujar Gatot, Sabtu (7/2/2026).

"Pas saya datang, warga sudah ramai. Ada bekas kerusakan pintu, kemungkinan bekas didobrak. Kalau sekilas saya lihat dari depan pintu, jenazah ditutup plastik. Untuk jenis kelaminnya saya nggak tahu karena mukanya tertutup plastik," sebutnya.

Gatot menjelaskan, korban belum lama menghuni indekos tersebut. 

Dari info yang diperoleh, terus Gatot, korban bekerja sebagai pengemudi ojek online. 

"Informasi dari ibu kos, katanya dia baru masuk ke kamar tersebut hari Kamis (5/2/2026). Kalau dari mananya, saya kurang paham. Dia tinggal sendiri di sini. Informasinya dia kerja ojek online," ujarnya. 

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.