Kisah Kios Ci Lili di Kampung Cina Manado, 25 Tahun Jual Alat Sembahyang, Lampion Laku Jelang Imlek
Dewangga Ardhiananta February 11, 2026 01:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ingin belanja peralatan sembahyang dan Imlek?.

Datang saja ke toko Ci Lili.

Itu kata-kata yang kerap terdengar kala anda pesiar ke kampung Cina di Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), jelang Imlek.

Ya, toko Ci Lili adalah satu-satunya tempat jualan sembahyang di lokasi dengan populasi umat Tridharma terbesar di Sulut tersebut.

Lokasinya pun strategis.

Di jalan S Parman, hanya ratusan meter dari Kelenteng Ban Hin Kiong, tempat ibadah Tridharma tertua di Sulut, juga Kelenteng Kwan Kong, Kelenteng Altar Agung dan Kelenteng Kwan Im.

Kios Ci Lili di Kampung Cina Manado Sulawesi Utara
KIOS - Kios Ci Lili di Kampung Cina Manado Sulut. Di jalan S Parman, hanya ratusan meter dari Kelenteng Ban Hin Kiong, tempat ibadah Tridharma tertua di Sulut, juga Kelenteng Kwan Kong, Kelenteng Altar Agung dan Kelenteng Kwan Im.

Kampung Cina berjarak 2 kilometer dari kantor Wali Kota Manado.

Dengan Bandar Udara Sam Ratulangi berjarak sekira 10 kilometer.

Tribunmanado.com menyambangi kios itu pada Rabu (11/2/2026).

Kios tersebut berukuran kecil.

Lebarnya hanya sekira enam meter.

Bagian dalamnya berisi peralatan sembahyang seperti dupa, lilin, kertas emas, kertas perak, uang leluhur, uang emas dan lainnya.

Pada bagian luar, terdapat lampion beragam ukuran yang digantung di langit-langit kios.

Ci Lili, pemilik kios tengah melayani seorang pembeli wanita.

Tak lama kemudian, si wanita keluar, ganti seorang pembeli pria.

Cukup lama ia berada di sana, melihat-lihat aneka peralatan sembahyang.

Pada akhirnya ia beli beberapa buah dan janji kembali lagi.

Kepada Tribun Manado, Ci menuturkan, pembelian lampion jelang Imlek seperti tahun sebelumnya.

"Seperti tahun lalu," katanya.

Sebut dia, dalam sehari ia bisa menjual puluhan lampion.

Pembelinya kebanyakan dari umat.

"Ada juga dari kantor, bank dan lainnya," kata dia.

Dikatakannya, lampion yang ia jual punya kualitas terbaik.

Benda tersebut didatangkan dari Jakarta.

"Untuk yang besar dijual Rp 350 ribu dan ukuran biasa Rp 150 ribu," katanya.

Ungkap dia, ada lampion tipe terbaru yang dijual.

Warnanya kuning, bentuknya agak lancip.

Untuk alat sembahyang, ujar dia, penjualannya meningkat jelang Imlek.

"Paling meningkat adalah dupa," ujar dia.

Dia memprediksi penjualan lampion dan alat sembahyang akan terus meningkat jelang Imlek.

Ci Lili bercerita, tempat usaha itu sudah berusia 25 tahun.

Bebernya, tempat itu ia dirikan untuk menjawab kebutuhan umat akan adanya tempat jualan alat sembahyang.

Sebagai umat Tridharma, merasa hal tersebut musti diwujudkan.

"Dan hingga saat ini masih melayani umat," katanya.

(TribunManado.co.id/Art)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.