TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pemasangan geobag (kantong pasir geotekstil) di pesisir Mes Dusun Pambutungang, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) masih berlangsung.
Pemasangan geobag berlangsung sejak 8 Januari 2026 lalu.
Hingga hari ini, Rabu (11/2/2026), telah memasuki hari ke 34 pemasangan.
Baca juga: Cerita Warga Mes Babana Gotong Royong Jahit Geobag Hingga Larut Malam untuk Atasi Abrasi
Baca juga: Atasi Abrasi Warga Dusun Mes Pambutungang Mateng Pasang Geobag di Garis Pantai Sepanjang 400 Meter
Pantauan Tribun-Sulbar.com, ratusan geobag telah terpasang di lokasi abrasi, pesisir pantai Mes Dusun Pambutungang, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong.
Geobag -geobag ini di susun sedemikian rupa hingga berbentuk tanggul pemecah ombak.
Beberapa geobag terlihat ditumpuk empat hingga lima buah, tergantung kedalaman abrasi.
"Sudah 75 persen (pengerjaannya) selesai Pak," ucap Ismail, warga setempat dengan suara tinggi agar suaranya kedengaran di tengah hembusan angin laut.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V menyiapkan total 1.000 geobag, dengan 750 geobag berisi pasir sudah terpasang.
Sisa 250 geobag akan dipasang dalam waktu dekat.
Pemasangan dilakukan menggunakan satu unit excavator mini dibantu swadaya masyarakat.
Geobag dipasang di sepanjang pesisir Desa Babana terdampak abrasi dengan panjang sekitar 400 meter.
Program penanganan darurat abrasi ini dilatarbelakangi keluhan masyarakat hilangnya daratan di bibir pantai.
Kondisi tersebut mengancam pemukiman masyarakat.
Sehingga, perlu penanganan cepat.
Rumah warga terancam ambruk akibat abrasi yang sudah berlangsung lama.
Setidaknya ada enam rumah warga terancam roboh terkikis abrasi. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah