Daftar Lengkap 18 Rute BRT Metro Jabar Trans di Bandung, Ada Angkot Diganti Bus
Rheina Sukmawati February 11, 2026 03:42 PM

TRIBUNJABAR.ID - Bus Rapid Transit (BRT) Metro Jabar Trans (MJT) rencananya akan memiliki 18 jalur yang beroperasi penuh pada 2027.

BRT adalah sistem transportasi umum massal berbasis bus yang dirancang untuk memberikan layanan cepat, andal, aman, dan efisien.

Pembangunan BRT Metro Jabar Trans yang saat ini berfokus pada wilayah Cekungan Bandung adalah bagian dari Proyek Angkutan Massal Indonesia (MASTRAN) di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (DJPD).

Adapun, wilayah Cekungan Bandung itu mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Proyek ini bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, terminal daerah, dan instansi/lembaga pemerintah lainnya.

Dilansir dari Instagram @transportforbandung, ada 18 rute yang rencananya akan mulai dibangun pada 2016 dan beroperasi penuh pada 2027.

Sebagian dari rute tersebut sudah ada dalam sistem MJT saat ini. Sebagian lainnya merupakan rute baru.

PLANG PEMBANGUNAN BRT - Plang pemberitahuan pembangunan koridor BRT terpasang di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026).
PLANG PEMBANGUNAN BRT - Plang pemberitahuan pembangunan koridor BRT terpasang di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Baca juga: Sejumlah Jalan di Bandung Bakal Menyemit Imbas Jalur Khusus BRT, Farhan Cari Cara Atasi Macet

Dilansir dari dokumen resmi Rencana Tindakan Pengadaan Tanah dan Pemukiman Kembali (LARAP) yang disusun pada Desember 2025, rencana Jalur Utama (on-corridor) BRT di wilayah Cekungan Bandung akan melewati 12 kecamatan dan 32 Kelurahan di Kota Bandung.

Selain itu, ada pula 26 titik terminal tersebar di Kota Bandung (17), Kabupaten Bandung (4), Kabupaten Bandung Barat (3), Kabupaten Sumedang (1), dan Kota Cimahi (1).

Pemerintah juga akan membangun 34 halte/stasiun bus di sepanjang koridor utama dengan 25 stasiun akhir atau terminal BRT.

Kemudian, ada pula 248 halte di luar koridor utama (off-corridor), tersebar di lima rute layanan yang terhubung ke jalur utama BRT.

Berikut adalah daftar 18 rute BRT Metro Jabar Trans selengkapnya:

1. Cibiru—Kalapa
Keterangan: Melanjutkan layanan Bus Kota Damri Jalur 11, dengan rute yang dipotong hanya sampai Kebon Kalapa.

2. Lembang—Taman Tegallega
Keterangan: Melanjutkan layanan Bus Kota Damri Jalur 2, penggabungan dari dua rute dala mrencana sebelumnya, yakni Lembang—Ledeng dan Kalapa—Ledeng.

3. Leuwipanjang—Dipatiukur—Dago
Keterangan: Melanjutkan Rute MJT 4 yang saat ini beroperasi, dengan perpanjangan hingga ke Terminal Dago.

4. Elang—Riau
Keterangan: Melanjutkan layanan angkot 21 Cikudapateuh—Ciroyom dengan perpanjangan ke Jalan Riau.

5. Ciroyom—Pajajaran—Antapani
Keterangan: Melanjutkan layanan angkot 31 Antapani—Ciroyom.

JALUR BRT - Sebuah plang berisi pemberitahuan pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT) berdiri di kawasan trotoar Pasar Baru, Jalan Otto Iskandar Di Nata, Kota Bandung, Kamis (6/1/2026). Kawasan ini menjadi salah satu jalur BRT yang akan dibangun Januari 2026.
JALUR BRT - Sebuah plang berisi pemberitahuan pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT) berdiri di kawasan trotoar Pasar Baru, Jalan Otto Iskandar Di Nata, Kota Bandung, Kamis (6/1/2026). Kawasan ini menjadi salah satu jalur BRT yang akan dibangun Januari 2026. (Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati)

6. Dago—Leuwipanjang—Cibaduyut
Keterangan: Menggabungkan dua rute dari rencana sebelumnya, yakni Leuwipanjang—Dago via ITB dan Alun-alun Bandung—Cibaduyut.

7. Padalarang—Alun-alun Bandung
Keterangan: Melanjutnya MJT 2 yang saat ini beroperasi.

8. Cicaheum—Cimahi
Keterangan: Melanjutkan layanan Trans Metro Bandung K2 dengan perpanjangan ke Cimahi.

9. Ledeng—Antapani
Keterangan: Melanjutkan layanan bus sekolah dan trayek nonaktif Kobutri.

10. Cicaheum—Kalapa
Keterangan: Melanjutkan layanan angkot 01A Kalapa—Cicaheum via Binong.

PROYEK BRT - Spanduk pemberitahuan pembanguan koridor BRT terpasang di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung
PROYEK BRT - Spanduk pemberitahuan pembanguan koridor BRT terpasang di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Baca juga: Kontrak Proyek BRT di Bandung Dilaksanakan Akhir Februari, 18 Rute Disiapkan

11. Tegalluar—Stasiun Hall
Keterangan: Rute baru yang sudah ada dalam rencana sebelumnya.

12. Soreang—Taman Tegallega
Keterangan: Melanjutkan MJT 1 yang saat ini beroperasi dengan pengalihan melalui Jalan Kopo dan perpanjangan menuju Terminal Tegallega.

13. Jatinangor—Cibereum
Keterangan: Rute baru yang sudah ada dalam rencana sebelumnya.

14. Majalaya—Baleendah—Leuwipanjang
Keterangan: Rute MJT 6 yang saat ini beroperasi.

15. Banjaran—Baleendah—BEC
Keterangan: Rute MJT3 yang saat ini beroperasi, dengan perpanjangan ke Banjaran.

16. Sarijadi—Antapani
Keterangan: Rute baru yang sudah ada dalam rencana sebelumnya.

17. Cicaheum—Sarijadi
Keterangan: Melanjutkan layanan Trans Metro Bandung Koridor 3.

18. Jatinangor—Dipatiukur via Tol
Keterangan: Rute MJT 5 yang saat ini beroperasi.

Proyek Mulai Dibangun, Jalan Raya Menyempit

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, angkat bicara terkait sejumlah jalan di Kota Bandung bakal menyempit imbas terdampak jalur khusus BRT di beberapa titik.

Nantinya, sejumlah ruas jalan yang dijadikan jalur khusus BRT atau on corridor tersebut bakal menyempit karena bakal dipasang sparator, sehingga kondisi ini berpotensi mengalami kemacetan di Kota Bandung.

Farhan mengatakan, terkait kondisi itu pihaknya ingin melihat gambar teknisnya terlebih dulu karena bagaimanapun juga proyek BRT tersebut akan membawa risiko kemacetan dan ketidaknyamanan yang sangat berat.

"Ini saya peringatkan, pembangunan konstruksi BRT akan membawa konsekuensi ketidaknyamanan dan kemacetan yang sangat berat. Jadi, kita harus mampu menanggungnya bersama-sama," ujarnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Samoja, Selasa (10/2/2026).

Farhan mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan untuk mengatasi kemacetan tersebut, pihaknya akan berkomunikasi dengan berbagai pihak karena saat ini masih dibayangkan lancar-lancar saja.

"Saya harus menghadap dulu ke Dirjen Perhubungan Darat, komunikasi dengan warga yang terdampak di sepanjang jalan dari Ahmad Yani sampai ke Cibereum, Rajawali sampai ke Tegalega, dan Pasar Baru," kata Farhan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, jalur on corridor tersebut akan segera dibangun pada tahun ini. Tetapi, yang pertama akan dilakukan pembangunan Depo BRT di Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang serta dibangun beberapa halte.

"Di jalur khusus itu nanti ada pembatasnya, separator seperti di Jakarta. Kalau misalkan penggunaan busnya nanti 2,5 sampai 2,8 meter, berarti kurang lebih ya 3 meter lah (lebar jalur)," katanya beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, jalur khusus atau on corridor BRT di Kota Bandung itu di antaranya yakni Jalan Sudirman, Rajawali, Pasirkoja, Tegallega, Otista, Dewi Sartika, Banceuy, Naripan, Ahmad Yani dan sejumlah jalan yang lainnya.

"Jalur khusus 3 meter, kayak Otista nanti ambil jalur kiri terus nanti yang crossing-nya kayak di Ahmad Yani, di Sudirman juga ada crossing, tapi kebanyakan di jalur kiri," ucap Rasdian.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian Perhubungan, kata Rasdian, pembangunan jalur khusus on corridor dan halte tersebut rencananya akan dimulai pada Februari 2026 ini.

"Kalau yang off koridor lagi mulai dibangun seperti di jalan Juanda sama haltenya. Tapi on corridor progres belum kontrak, rencana kontraknya Februari, itu untuk halte dan separatornya," ujarnya.

Rasdian mengatakan, dengan adanya jalur khusus itu, nantinya sejumlah ruas jalan di Kota Bandung akan menyempit. Sehingga pihaknya harus mulai merancang skema pengaturan arus lalu lintas dengan kepolisian.

"Kalau jangka pendeknya memang harus banyak petugas kita tempatkan dan kita harus koordinasi dengan jajaran kepolisian untuk bagaimana, merekayasa lalu lintas. Nanti akan menyusul  Intelligent Traffic System (ITS)," kata Rasdian.

(Tribunjabar.id/Rheina, Hilman Kamaludin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.