Didaftarkan Orang Tua Sejak Usia 10 Tahun, Suci Ramdani Calon Jemaah Haji Termuda Asal Nunukan 2026
Junisah February 11, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM,NUNUKAN - Sejak usia masih sangat belia, Suci Ramdani tak pernah menyangka niat orang tuannya akan berbuah manis hari ini. 

Perempuan alumni Universitas Borneo Tarakan (UBT), Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) itu kini bersiap menunaikan ibadah haji bersama dua kakaknya.

Perempuan yang lahir pada 13 Desember 2002, usinya 23 tahun. Suci Ramdani dan dua kakaknya merupakan Calon Jemaah Haji dari Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang terdaftar dalam kloter 8.

Dengan usia 23 tahun, berarti Suci Ramdani menjadi Calon Jemaah Haji termuda dari Kabupaten Nunukan.

Baca juga: Tahun 2025 Calon Jemaah Haji Tertua Asal Malinau Berusia 69 Tahun, Termuda 27 Tahun

Suci Ramdani mengungkapkan, dirinya didaftarkan haji oleh orang tua saat usianya baru sekitar 10 tahun. Saat itu, ketiganya didaftarkan secara bersamaan.

“Waktu itu didaftarkan bertiga dengan dua kakak saya,” ujar Suci kepada TribunKaltara.com, Rabu (11/2/2026).

Pendaftaran dilakukan pada tahun 2012, meski secara resmi terdaftar pada Februari 2013. Penantian panjang itu akhirnya berakhir pada tahun 2026 ini.

“Daftarnya itu tahun 2012, tapi terdaftar Februari 2013. Alhamdulillah dapatnya tahun ini,” ucapnya penuh syukur.

Suci mengaku sangat bersyukur karena orang tuanya kala itu memiliki rezeki dan niat kuat untuk mendaftarkan ketiga anaknya berhaji.

“Alhamdulillah orang tua ada rezeki untuk daftarkan tiga orang anaknya. Dan kami insyaAllah akan berangkat bertiga,” katanya.

Kabar keberangkatan haji tersebut sempat membuat keluarga Suci Ramdani tak percaya. Apalagi ketika ada pengumuman penambahan kuota.

Baca juga: Cerita Jemaah Haji Termuda, Muhammad Ilham Syafii: Di Tanah Suci Ingin Berdoa Lulus Masuk Polisi

“Waktu ada pengumuman penambahan, awalnya kami sekeluarga tidak percaya. Tapi sudah dihubungi oleh RT yang menerima nama dari KUA,” ungkap Suci.

Baginya, keputusan orang tua mendaftarkan haji sejak dini menjadi bukti bahwa orang tuanya tak hanya memikirkan urusan dunia, tetapi juga akhirat anak-anaknya.

“Bersyukur karena orang tua tidak hanya memikirkan dunia, tapi untuk akhirat kami juga dipikirkan,” tuturnya.

Saat ini, di tengah kesibukannya menunggu Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru setelah lulus Agustus 2025, Suci mulai melakukan berbagai persiapan. 

Fokus utama yang ia lakukan adalah menjaga kondisi fisik. “Persiapan untuk sekarang fisik, menjaga kesehatan itu paling utama. Kemudian mencicil beberapa perlengkapan haji,” jelasnya.

Ia juga menunggu pembagian regu agar bisa menyesuaikan barang bawaan yang harus disiapkan. Selain itu, Suci memperdalam pemahaman tentang ibadah haji melalui manasik dan dari media sosial.

PEMBINAAN HAJI REGULER - Plh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nunukan, Asdar, menyampaikan bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan kembali melaksanakan Pembinaan Jamaah Haji Reguler Tahap II sebagai bagian dari rangkaian persiapan keberangkatan calon jamaah haji tahun 2026 di Gedung Pusat Pelayanan Haji dan Umroh Terpadu, Senin (15/12/2025) pagi.
PEMBINAAN HAJI REGULER - Plh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nunukan, Asdar, menyampaikan bahwa Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan kembali melaksanakan Pembinaan Jamaah Haji Reguler Tahap II sebagai bagian dari rangkaian persiapan keberangkatan calon jamaah haji tahun 2026 di Gedung Pusat Pelayanan Haji dan Umroh Terpadu, Senin (15/12/2025) pagi. (TribunKaltara.com/Febrianus Felis)

“Sejauh ini belajar fokus di manasik, sambil lihat-lihat video di media sosial, bagaimana rangkaian haji,” katanya.

Meski pernah menunaikan ibadah umrah, Suci Ramdani menilai ibadah haji memiliki tantangan yang jauh lebih besar.

“Umrah dan haji itu sangat jauh berbeda. Haji lebih membutuhkan persiapan yang banyak, sehingga harus ada persiapan sejak sekarang,” ujarnya.

Dalam doanya kelak di Tanah Suci, Suci berencana memanjatkan doa khusus untuk dirinya dan kedua orang tuanya. 

Namun, di balik kebahagiaan itu, terselip kekhawatiran karena ia dan dua saudaranya harus meninggalkan orang tua di rumah.

“Mengingat kami bertiga akan berangkat, jadi ada kekhawatiran meninggalkan orang tua,” ucapnya.

Suci pun berpesan  agar tak menunda niat berhaji jika memiliki rezeki.

“Jika punya rezeki, lebih utamakan daftar haji. Meskipun kita belum berkesempatan berhaji, semisal sudah berpulang, setidaknya kita sudah meniatkan untuk niat berhaji,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.