TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur, musnahkan barang bukti narkoba pada Rabu (11/02/2026).
Pemusnahan tersebut bertujuan untuk membangun benteng pertahanan bagi generasi muda di daerah dengan selogan Patuh Karya itu.
Dalam pemusnahan tersebut belasan siswa-siswi dari SMA N 1 Selong didampingi guru mereka hadir. Bukan sekadar undangan formalitas, melainkan strategi preventif dari Kejari untuk menunjukkan secara nyata betapa hancurnya masa depan yang dirusak oleh narkotika.
"Kami ingin mereka melihat sendiri bahwa narkotika adalah musuh nyata. Dengan menghadirkan siswa-siswi ini, kami berharap mereka menjadi duta anti-narkoba yang paham bahwa hukum tidak main-main dengan perusak bangsa," tutur Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur I Gusti Ayu Agung Fitria Chandra Wati pada Rabu (11/2/2026).
Pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) untuk periode September 2025 hingga Januari 2026 ini mencakup jumlah yang mengkhawatirkan.
"Lebih dari satu kilogram ganja (1.048,25 gram) dan 163,354 gram sabu dimusnahkan agar tak lagi bisa menjamah masyarakat," ujarnya.
Prosesi ini menjadi simbol pembersihan wilayah Lombok Timur dari zat-zat yang merusak akal dan raga.
"Selain narkotika, alat-alat pendukung seperti alat hisap (bong) dan bukti-bukti tindak pidana lainnya juga ikut dilenyapkan," ucapnya.
Baca juga: 4 Fakta Kasat Narkoba Polres Bima Kota Jadi Tersangka: Posistif Sabu hingga Miliki Jaringan Bandar
Kejari Lombok Timur, kegiatan ini adalah perwujudan amanah UU No. 11 Tahun 2021. Sebagai eksekutor negara, mereka memastikan bahwa barang-barang berbahaya tersebut tidak akan pernah kembali ke jalanan.
"Tugas kami baru benar-benar tuntas ketika barang rampasan ini telah dimusnahkan. Ini adalah langkah akhir dari proses panjang penegakan hukum demi menjamin rasa aman di tengah masyarakat," tegas Kajari.
Melalui langkah transparan ini, Kejari Lombok Timur mengirimkan pesan kuat, bahwa setiap gram narkotika yang dimusnahkan adalah ribuan nyawa generasi muda yang berhasil diselamatkan.
"Kehadiran para siswa hari ini menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan narkoba adalah perjuangan kolektif demi masa depan yang lebih cerah bagi Bumi Gora," pungkasnya.
(*)