TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby geram lantaran banyak kepala sekolah tingkat SD dan SMP tidak hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Gedung Abdur Rauf, Rabu (11/2/2026) sore.
Dari puluhan sekolah yang ada, kepala sekolah yang terlihat hadir dalam forum perencanaan tersebut bisa dihitung jari.
Padahal, kehadiran kepala sekolah dinilai sangat penting untuk mengawal langsung kebutuhan dan usulan sekolahnya.
“Kepala sekolah banyak yang tidak hadir, nanti mengeluh,” ujar Suhardiman.
Ia menyayangkan ketidakhadiran tersebut, terlebih Musrenbang RKPD digelar di luar jam belajar, sehingga tidak mengganggu aktivitas sekolah.
Suhardiman menegaskan, forum Musrenbang merupakan momentum strategis bagi setiap satuan pendidikan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari sarana dan prasarana hingga program penunjang peningkatan mutu pendidikan.
Kepala sekolah perlu memastikan usulan pembangunan atau renovasi sekolah masuk ke dalam daftar prioritas daerah.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing untuk segera menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar hadir dalam Musrenbang RKPD di wilayahnya masing-masing.
Baca juga: Api Berpindah-pindah Akibat Angin, Personil Bantuan Dikirim ke Karhutla Desa Sungai Upih Pelalawan
Baca juga: Plt SF Hariyanto hingga Bupati Inhu , Ini Daftar Saksi yang Diperiksa KPK Kasus Korupsi Abdul Wahid
“Tolong Pak Sekretaris Disdik Zulmaswan, sampaikan kepada seluruh kepala sekolah agar ke depannya mereka hadir di Musrenbang RKPD,” ujar Suhardiman sambil menoleh ke arah Zulmaswan yang menganggukkan kepala beberapa kali.
Ia berharap, dengan kehadiran langsung para kepala sekolah, setiap usulan yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah bisa dikawal hingga ke tingkat pengambil kebijakan.
Dengan begitu, tidak ada lagi keluhan karena merasa tidak terakomodir dalam perencanaan pembangunan daerah.
"Biasanya yang tidak datang ini yang sering mengeluhkan atap sekolah bocor, kursi dan meja rusak. Musrenbng ke depan, semua kepala sekolah harus hadir," tegas Suhardiman