15 Titik Blankspot Ada di Kawasan Wisata Berau
Miftah Aulia Anggraini February 11, 2026 08:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sebanyak 15 titik blankspot atau wilayah tanpa sinyal telekomunikasi masih ditemukan di kawasan destinasi wisata Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Kondisi ini menjadi sorotan serius DPRD Berau karena dinilai menghambat pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.

Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, menegaskan bahwa persoalan infrastruktur dasar seperti jaringan telekomunikasi dan pasokan listrik menjadi tantangan utama dalam memaksimalkan potensi wisata Berau.

Menurutnya, dari sekitar 30 titik blankspot yang tersebar di Kabupaten Berau, setengahnya berada di kawasan wisata.

Baca juga: DPRD Soroti Potensi Wisata Berau Belum Tergarap Maksimal, Agus Uriansyah: Dua Persen yang Dikenal

Hal ini dinilai sangat memengaruhi kenyamanan wisatawan, terutama di era digital saat ini.

“Orang datang berwisata pasti foto dan langsung unggah. Kalau sinyal bermasalah, itu jadi kendala juga,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, secara konsep dan dokumen perencanaan, arah pembangunan pariwisata Berau sebenarnya sudah cukup jelas.

Namun dalam pelaksanaannya, pengembangan wisata belum berjalan optimal karena kurangnya fokus pembangunan dan keberpihakan anggaran.

Baca juga: Duta Wisata dan Budaya Diminta Masif Promosikan Wisata Berau

“Dokumen perencanaan kita sudah bagus, tapi pelaksanaannya belum fokus. Pariwisata butuh keberpihakan nyata, terutama dalam penganggaran,” tegasnya.

Selain persoalan sinyal, keterbatasan pasokan listrik di sejumlah destinasi juga menjadi perhatian.

Salah satunya kawasan Batu Berdiri di Lamin Guntur, Kecamatan Biduk-biduk, yang hingga kini belum mendapatkan aliran listrik memadai.

Abdul Waris mendorong agar pembangunan jaringan listrik dilakukan secara terintegrasi, termasuk dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kampung Teluk Sumbang.

Baca juga: Menuju Geopark Nasional, Berau Matangkan Persiapan Sangkulirang Mangkalihat

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial atau menyebar tanpa prioritas yang jelas.

“Lebih baik kita fokuskan dulu di beberapa titik, bangun infrastrukturnya secara tuntas, baru kembangkan destinasi lainnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau dengan DPRD dalam menyusun prioritas pembangunan.

Koordinasi yang kuat dinilai akan memaksimalkan dukungan anggaran melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk sektor pariwisata.

Dengan perbaikan infrastruktur dasar seperti pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi, DPRD Berau berharap pariwisata Berau dapat berkembang lebih optimal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.