Jakarta (ANTARA) - Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan atau stok daging sapi dan ayam dalam posisi aman menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman saat "Balkoters Talk" di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, menyebutkan bahwa saat ini stok daging sapi yang tersedia mencapai 1.246 ton dan daging ayam sebanyak 435 ton.

Selain itu, terdapat 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar. "Insya Allah akhir Februari ini akan datang lagi sekitar 500 sampai 600 ekor sapi dari Australia," katanya.

Stok sebanyak itu akan menjadi tambahan stok untuk Jakarta. "Bahkan jika diperlukan, kami masih memiliki cadangan sekitar 1.000 ekor lagi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu stabilisasi harga," kata Raditya.

Raditya menjelaskan, kebutuhan daging di Jakarta tergolong besar. Dalam setahun, kebutuhan daging sapi mencapai sekitar 73.100 ton, sedangkan ayam menembus 182.230 ton.

Secara konsumsi per kapita, daging sapi berada di kisaran 2,3 hingga 5 kilogram per orang per tahun, sementara ayam sekitar 11 kilogram per orang per tahun.

Menurut Raditya, peningkatan kebutuhan biasanya terjadi menjelang dan selama Ramadan. Meski masyarakat berpuasa, konsumsi daging justru cenderung naik, terutama dari sektor hotel, restoran dan kafe (horeka).

"Kalau dilihat dari statistik, penggunaan terbesar itu ada di sektor horeka. Restoran saat berbuka puasa hampir selalu penuh. Itu sebabnya kebutuhan tetap tinggi dan sudah kami perhitungkan dalam perencanaan stok," ujar Raditya.

Kendati demikian, Raditya mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen menjaga harga tetap terjangkau.

Untuk daging sapi paha belakang bagian premium, Dharma Jaya menjual di kisaran Rp135.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan sejumlah kompetitor yang berada di rentang Rp139.500 hingga Rp140.000 per kilogram.

"Untuk beberapa jenis potongan lain bahkan bisa lebih rendah lagi. Prinsipnya, kami ingin memberikan harga terbaik bagi masyarakat Jakarta," katanya.

Selain menjaga stok dan harga, Dharma Jaya juga memperkuat infrastruktur penyimpanan guna mendukung stabilisasi pasokan.

Saat ini perusahaan memiliki fasilitas cold storage berkapasitas 800 ton di Cakung, Jakarta Timur (Jaktim)

Kapasitas tersebut akan ditingkatkan dengan pembangunan gudang pendingin baru berkapasitas 5.000 ton sebagai bagian dari program jangka panjang ketahanan pangan.

Raditya menambahkan, upaya menjaga stabilitas harga tidak dilakukan sendiri. Dharma Jaya berkoordinasi dengan dinas terkait serta importir dan pelaku usaha lain di Jakarta.

Langkah serupa juga dilakukan saat muncul potensi gejolak distribusi daging beberapa waktu lalu.