Palembang Jadi Tuan Rumah Pekan Benih Sawit 2026, Hadirkan 5 Produsen Besar Nasional
Yandi Triansyah February 11, 2026 09:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kota Palembang resmi ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan Pekan Benih Sawit 2026. 

Ajang bergengsi yang mempertemukan lima produsen benih sawit  ini bertujuan untuk mengampanyekan penggunaan benih unggul bersertifikat demi mendongkrak produktivitas perkebunan sawit di Indonesia.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Workshop Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang akan digelar selama dua hari, yakni pada 12–13 Februari 2026, bertempat di Hotel Aryaduta Palembang. 

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Majalah Sawit Indonesia dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Pimpinan Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri, mengatakan pihaknya mendukung penuh program BPDP melalui kampanye penggunaan benih resmi.

Menurutnya, Palembang dipilih sebagai kota pertama penyelenggaraan kegiatan ini karena dinilai sangat aktif dalam program PSR serta termasuk lima besar provinsi dengan luas perkebunan sawit terbesar di Indonesia.

“Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya bagi masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan yang ingin hadir. Workshop dan pameran akan berlangsung pukul 09.00 hingga 16.00 WIB,” kata Qayuum Amri, Rabu (11/2/2026).

Melalui pameran ini, pelaku usaha dan pekebun dapat berinteraksi langsung dengan produsen resmi serta memperoleh akses pembelian benih dengan harga khusus di lokasi acara. Skema tersebut diharapkan dapat mempermudah distribusi benih legal kepada pekebun maupun perusahaan.

Adapun lima perusahaan yang berpartisipasi yakni PT Tunggal Yunus Estate (Topaz), Prime Agri Resources dengan varietas DxP Sriwijaya, PT Tania Selatan, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), serta PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP/PT Astra Agro Lestari Tbk).

Masing-masing produsen akan memamerkan varietas unggulan dengan klaim produktivitas tinggi, tahan penyakit, serta adaptif terhadap berbagai kondisi lahan, termasuk lahan marginal. Selain mempromosikan produk, para peserta juga membuka peluang kolaborasi riset dan pendampingan teknis bagi petani.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan workshop khusus yang membahas program Peremajaan Sawit Rakyat bagi koperasi dan kelompok tani yang ingin menjadi peserta PSR, termasuk informasi terkait dukungan sarana dan prasarana dari BPDP.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.