- Tim Wanadri relawan pencarian menganalisis dugaan hilangnya pendaki Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang.
Tim menilai hilangnya Yazid diduga lantaran keluar dari jalur resmi pendakian saat menuruni bukit.
Sugiarto, anggota Search and Rescue Unit (SRU) Wanadri mengungkap dugaan tersebut.
Dugaan sementara, Yazid sengaja mencari jalan pintas agar tiba lebih cepat di basecamp dibanding teman-temannya.
Dugaan ini muncul dari analisis sebelumnya di mana Yazid memiliki pengalaman sebagai trail runner yang beberapa kali mendaki Bukit Mongkrang.
Di mana Yazid sering membuat kecil dan diduga mungkinan dirinya tersesat di jalur resmi.
Dalam perjalanannya, korban mengikuti jalur pipa air milik warga di hulu sungai hingga menemukan jalan buntu.
Ketidaktahuan terhadap akses lanjutan diduga membuat Yazid tersesat di area tersebut.
Tim lantas memperkirakan korban jatuh ke sungai dari tebing setinggi 7–10 meter pada hari Yazid hilang.
Tim Wanadri juga mengungkap kondisi medan sungai yang dilewati Yazid.
Di mana kondisinya cukup lebar berada di cekungan dan dekat dengan air terjun setinggi sekitar 30 meter.
Sugi menjelaskan dari analisis jasad Yazid diduga tertahan pohon pisang dan bebatuan, sehingga tidak hanyut meski debit air meningkat.
Analisis Wanadri menegaskan medan berat dan aliran deras sungai menjadi faktor utama dalam kecelakaan tewasnya Yazid di Bukit Mongkrang.