Lansia Wak Kalimantan Bikin Ibu Muda Kehilangan Sebelah Mata, Lempar Batu untuk Usir Anak-anak
Mulyadi Danu Saputra February 11, 2026 11:42 PM

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masa tua yang kelam harus dijalani lelaki lanjut usia (lansia) berinisial AZ.

Di saat umurnya 68 tahun, pria yang dikenal dengan panggilan Wak Kalimantan itu harus menjalani proses hukum.

Ancaman hukuman penjara pun menantinya 

AZ diamankan polisi pada Selasa (10/2/2026) tengah malam sekira pukul 00:30 WIB.

Dia dijemput di tempat kerjanya, di pos jaga di Jalan Abdul Rahim Lubis, Kecamatan Padang Hilir, Sumatera Utara. 

Baca juga: Siswa SMP Terancam Buta dan Lumpuh Gara-gara Dibully Sejak Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah

Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Budi Sihombing mengatakan, AZ ditangkap atas dugaan pelemparan batu terhadap Dea Amanda Saragih (23) hingga buta.

Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa batu krikil ukuran sedang.

Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 466 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

"Petugas kami menyita barang bukti berupa batu kerikil yang dibungkus plastik warna biru dan potongan karet ban di pos jaga yang diduga milik pelaku," tutur AKP Budi Sihombing.


Luka pada Bola Mata 

Sebelumnya, seorang ibu rumah tangga bernama Dea Amanda Saragih (23), warga Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi terpaksa kehilangan bola matanya.

Bola mata sebelah kanannya terpaksa dioperasi, atau diangkat akibat luka yang dialami.

Kini, wanita tersebut mengalami buta permanen setelah dinyatakan mata kanan tak bisa diselamatkan.

Suami korban, Wahyu Saputra (24) menceritakan, peristiwa yang menimpa istrinya bermula pada Sabtu (7/2/2026) malam, sekira pukul 22:00 WIB.

Saat itu, mereka sedang berkendara menggunakan sepeda motor dengan posisi korban dibonceng.

Setibanya di sekitar Jalan Abdul Rahim Lubis, tiba-tiba istrinya, Dea Amanda Saragih berteriak kesakitan 

Begitu dilihat ke belakang, Dea memegang mata sebelah kanannya yang mulai bercucuran darah.

Panik melihat kondisi istrinya, keduanya ke rumah sakit dan menjalani pemeriksaan medis.

Belakangan, dokter menyatakan mata Dea tak bisa digunakan lagi, sehingga harus diangkat, dan harus buta permanen.

"Bola mata istri saya sudah diangkat, dioperasi. Buta permanen jadinya,"kata Wahyu Saputra, Rabu (11/2/2026).

Wahyu mengatakan, belakangan diketahui yang melempar batu ke istrinya adalah seorang penjaga malam.

Informasi yang didapatnya, pelaku saat itu ingin melempar ke arah anak-anak namun nyasar ke istrinya.

Mengenai peristiwa ini, ia sudah melapor ke Polres Tebingtinggi agar pelaku ditangkap dan diproses hukum.

"Sudah melapor. Mudah-mudahan dapat keadilan."

(Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.