TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan strategi berlapis untuk memastikan harga dan pasokan pangan tetap stabil selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Tiga BUMD pangan, yaitu Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya menjadi ujung tombak pengendalian inflasi di Ibu Kota.
Langkah ini disiapkan mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat yang rutin terjadi saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto menegaskan, Jakarta memiliki tantangan lebih besar dibanding daerah lain karena menjadi pusat aktivitas dan tujuan kedatangan warga dari wilayah penyangga.
“Jakarta ini menjadi pusat aktivitas, saat hari besar, konsumsi meningkat. Karena itu, Pemprov harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat benar-benar tersedia dan harga tetap terkendali,” kata Uus dalam Balkoters Talk bertajuk ‘Kesiapan Tiga BUMD Pangan Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026’ di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Dalam skema pengendalian harga, BUMD pangan tidak hanya berfungsi sebagai distributor, tetapi juga alat stabilisasi ekonomi daerah.
Koordinasi lintas BUMD diperkuat agar tidak terjadi lonjakan harga maupun kekosongan pasokan.
“BUMD pangan ini menjadi salah satu tameng kita dalam mengendalikan kebutuhan pokok warga. Jangan sampai ada ‘kagetan’ ketika Ramadan atau Idulfitri tiba. Tidak ada alasan kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi,” ujarnya.
Selain bahan pangan, Pemprov juga melakukan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram yang banyak digunakan masyarakat kecil dan pelaku UMKM.
“LPG 3 kilogram ini kebutuhan penting bagi masyarakat kecil. Kami pantau terus agar pasokan aman dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga,” kata Uus.
Strategi pengendalian dilakukan melalui monitoring rutin harga dan stok oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pengawasan keamanan pangan, hingga rapat evaluasi berkala.
Sejumlah langkah intervensi juga disiapkan, mulai dari bazar murah, pangan subsidi bagi kelompok tertentu, kampanye belanja bijak untuk mencegah panic buying, hingga penguatan urban farming.
Untuk komoditas beras, total stok tercatat mencapai 182.172 ton yang tersebar di Pasar Induk Beras Cipinang, Food Station, Bulog, dan Pasar Jaya.
Sementara pasokan daging sapi, ayam, ikan, minyak goreng, gula, telur, cabai, hingga bawang merah dan putih dipastikan tersedia sesuai proyeksi peningkatan kebutuhan Ramadan.
Meski stok dinyatakan aman, Uus mengingatkan seluruh jajaran agar tetap waspada terhadap dinamika ekonomi yang bisa berubah sewaktu-waktu.
“Kalau berdasarkan terakhir kemarin yang diberi Pak Gubernur, bahwa untuk pertemuan ekonomi di Jakarta ini, melebihi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,21 persen,” tuturnya.
“Ini sudah barang tentu situasi kondisi yang menjadi pertanda, bahwa Pemprov Jakarta serius bagaimana untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi di Jakarta,” sambungnya.
Di sektor daging, Perumda Dharma Jaya memastikan stabilitas distribusi dengan koordinasi intensif bersama pemangku kepentingan.
“Kami berbagi peran, melihat apa yang bisa kami lakukan untuk Jakarta. Tujuannya satu, supaya distribusi tetap aman dan harga tetap terkendali,” ujar Dirut Dharma Jaya Raditya Endra Budiman.
“Jadi yang terpenting adalah komunikasi dan kolaborasi. Kalau ada gejolak, kita kendalikan bersama-sama agar tidak merugikan masyarakat,” sambungnya.
Sementara itu, PT Food Station Tjipinang Jaya memperkuat transparansi stok dan harga melalui website resmi PIBC.
“Di PIBC sudah tersedia website yang bisa diakses masyarakat. Di sana tercantum informasi stok dan harga. Ini bagian dari komunikasi efektif kami agar publik bisa memantau langsung kondisi pangan,” ujar Dirut Food Station Dodot Tri Widodo.