Satu Keunikan Pengembangan Anggrek di Pelaihari Tanahlaut Kalsel, Berbeda dengan Pola Biasanya
Edi Nugroho February 11, 2026 11:42 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI -  Satu keunikan pengembangan anggrek di wilayah Pelaihari Tanahlaut Kalsel, berbeda dengan pola biasanya.

Kecintaan Jauhari Alamsyah terhadap anggrek telah tumbuh sejak puluhan tahun lalu. 

Warga Kota Pelaihari ini dikenal sebagai penangkar anggrek yang konsisten membudidayakan berbagai jenis anggrek lokal maupun luar daerah dengan cara yang terbilang unik dan alami.

Selama sekitar 20 tahun, Jauhari mengelola penangkaran anggrek di kawasan Berkat Parmai, tepatnya di belakang Kodim 1009/Tanah Laut. 

Baca juga: Syukuran HUT Ke-54 REI di Kalsel, Begini Harapan Ketua REI Kalsel Kedepan

Baca juga: Lansia Wak Kalimantan Bikin Ibu Muda Kehilangan Sebelah Mata, Lempar Batu untuk Usir Anak-anak

Catatan media ini, Rabu (11/2/2026), sejak tiga tahun terakhir, ia mengembangkan lokasi penangkaran baru di kawasan Matah, Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan.

Di lokasi barunya, Jauhari menerapkan pola budidaya berbeda dengan memanfaatkan lingkungan alami berupa hutan galam yang berada di seberang rumahnya. 

Anggrek-anggrek koleksinya digantung di bawah dahan dan ranting kayu galam maupun kayu hutan lainnya, tepat di area rawa yang lembap dan teduh.

“Anggrek ini memang senangnya di tempat yang ternaungi. Di sini dia terlindung oleh dedaunan kayu galam, suasananya mirip habitat aslinya,” ujar Jauhari.

Saat ini, di penangkarannya tersebut terdapat sekitar 100 jenis anggrek dari berbagai daerah. 

Di antaranya berasal dari Gunung Bira dan Gunung Sapu Angin di Kecamatan Panyipatan, Gunung Bajuin di Kecamatan Bajuin, serta dari luar daerah seperti Kalimantan Timur, Pulau Jawa, hingga Sumatera. 

Sebagian besar merupakan anggrek spesies, termasuk anggrek bulan khas Tanahlaut dan Kalimantan.

Dalam budidayanya, Jauhari memilih media tanam kayu alaban khas Tanahlaut, yang menurutnya paling mendekati kondisi alami anggrek di hutan. 

“Kalau pakai kayu biasa, akarnya tidak sekuat ini. Kayu alaban tahan lama dan akarnya cepat tumbuh,” jelasnya.

Keistimewaan lain, kata Jauhari, anggrek yang dirawat dengan media tersebut mampu bertahan hingga berbulan-bulan dan menghasilkan bunga dalam jumlah banyak. 

Dalam satu tangkai, bunga bisa mencapai 15 hingga 20 kuntum, tergolong lebat untuk anggrek spesies.

Soal harga, Jauhari memilih pendekatan santai. Ia lebih mengutamakan ketertarikan dan kepuasan calon pembeli. 

“Harga itu relatif, yang penting datang dulu, lihat-lihat, tanya-tanya. Kalau sudah senang, baru bicara harga,” katanya.

Ia juga dikenal terbuka berbagi ilmu kepada siapa saja yang ingin belajar merawat anggrek. 

Menurutnya, memelihara anggrek memang tidak mudah karena rentan terhadap gangguan jamur dan penyakit lainnya. 

Namun ia mengaku memiliki ramuan andalan berupa pupuk hasil fermentasi kotoran burung walet.

“Kotoran walet saya fermentasi, lalu disemprotkan seminggu sekali. Hasilnya daun jadi hijau, lebar, dan bersih. Non-organik juga ada, tapi yang utama tetap walet,” ungkapnya.

Dengan metode alami dan semangat berbagi, Jauhari berharap anggrek makin diminati masyarakat sekaligus ikut menjaga kelestarian tanaman hias khas daerah.

Tips Menanam Anggrek untuk Pemula, Mudah dan Bisa Dilakukan di Rumah

Anggrek dikenal sebagai tanaman hias eksotis dengan bunga yang indah dan beragam.

Akan tetapi, banyak orang menganggap anggrek sulit dirawat dan mudah mati. Padahal, tidak semua anggrek memerlukan perawatan ekstra.

Jika baru memulai hobi bercocok tanam, kamu tetap bisa sukses menanam anggrek dengan memilih jenis yang tepat dan memahami kebutuhan dasarnya.

Dilansir dari Gardening Know How, berikut ini panduan menanam anggrek untuk pemula yang bisa dicoba di rumah.

Langkah pertama dalam merawat anggrek adalah memilih jenis yang sesuai. Bagi pemula, Phalaenopsis atau anggrek bulan merupakan pilihan paling ideal.

Tanaman ini dikenal kuat, mudah tumbuh, dan bisa beradaptasi dengan baik di dalam ruangan.

Saat membeli, pastikan kamu memilih anggrek yang batangnya tegak dan daunnya hijau mengilap.

Hindari anggrek yang daunnya layu, kecokelatan, atau tampak lemah karena menandakan tanaman tidak sehat.

Penuhi kebutuhan cahaya

Setiap jenis anggrek memiliki kebutuhan cahaya yang berbeda. Untuk anggrek bulan, cahaya rendah hingga sedang sudah cukup.

Tempat terbaik meletakkan tanaman ini adalah di dekat jendela yang menghadap ke timur, sehingga tanaman bisa mendapatkan sinar matahari pagi yang lembut dan teduh pada sore hari.

Tanda anggrek mendapat cahaya terlalu sedikit: Daun tampak sangat hijau dan pertumbuhan lambat.

Tanda mendapat cahaya terlalu banyak: Daun menguning atau muncul bercak cokelat, seperti terbakar.

Jika perlu, kamu bisa menggunakan lampu LED atau lampu neon sebagai sumber cahaya tambahan di dalam ruangan.

7 Jenis Anggrek yang Cepat Tumbuh dan Mudah Dirawat

Anggrek dikenal sebagai tanaman hias dengan bunga menawan. Meski demikian, banyak orang yang enggan merawat bunga ini karena mengira perawatannya rumit. 

Faktanya, ada sejumlah varietas anggrek yang justru mudah dirawat dan bisa tumbuh subur di dalam ruangan. Dengan sedikit perhatian, tanaman ini dapat berbunga setiap tahun, bahkan beberapa kali dalam setahun. 
Anggrek yang mudah tumbuh 

Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut adalah beberapa jenis anggrek yang cepat tumbuh dan mudah dirawat:

Anggrek bulan

Anggrek bulan merupakan jenis anggrek paling populer karena mudah ditemukan dan harganya cukup terjangkau. 

Selain itu, bunga anggrek bulan mampu bertahan lama, bahkan hingga empat bulan di satu tangkai. Warna bunganya pun bervariasi, mulai dari putih, merah muda, kuning, oranye, hingga ungu.

Perawatan anggrek bulan cukup sederhana, yaitu dengan meletakkannya di cahaya redup hingga terang, menyiram seminggu sekali, dan memberi pupuk khusus anggrek sebulan sekali. 

Anggrek dendrobium 

Jenis anggrek yang sering dijadikan buket ini memiliki bunga tahan lama dengan warna beragam, dari putih, ungu, merah muda, hingga hijau. 

Dendrobium juga dikenal memiliki banyak varietas, sehingga kamu bisa memilih sesuai selera.

Agar tumbuh sehat, letakkan dendrobium di area dengan cahaya sedang hingga terang. Siram seminggu sekali atau saat akar terlihat kering. 

Beri pupuk sebulan sekali untuk mendukung pertumbuhan bunganya. Suhu yang ideal bagi dendrobium berkisar antara 10-21°C.

Anggrek oncidium

Oncidium sering disebut anggrek dancing lady karena bunganya bergerombol dengan bentuk unik menyerupai rok dansa. 

Warna anggrek oncidium yang paling populer adalah kuning cerah, namun ada juga varietas ungu, merah, merah muda, dan putih.

Tanaman ini tumbuh baik di cahaya sedang hingga terang, disiram mingguan, dan diberi pupuk pada musim panas. 

Beberapa varietas oncidium juga mengeluarkan aroma harum yang membuat ruangan semakin menyenangkan.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara/kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.