NETANYAHU NEKAT TERBANG DI ATAS LANGIT EROPA meski Dikejar Status Buronan ICC
Untung February 11, 2026 10:42 PM

- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu nekat melanjutkan kunjungan resminya ke Amerika Serikat meski berada di bawah bayang-bayang surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Dalam perjalanan menuju Washington pada Selasa (10/2/2026) pesawat yang ditumpangi Netanyahu dilaporkan melintasi wilayah udara sejumlah negara Eropa yang merupakan anggota ICC.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat kepresidenan Israel yang dikenal sebagai Wing of Zion terbang di atas Yunani, Italia, dan Prancis.

Ketiga negara tersebut merupakan pihak dalam Statuta Roma, yang secara hukum mewajibkan mereka untuk mematuhi keputusan ICC.

Termasuk pelaksanaan surat perintah penangkapan jika individu yang dimaksud berada di wilayah yurisdiksi mereka.

Adapun ICC sebelumnya mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 21 November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi militer Israel di Jalur Gaza.

Meski demikian, hingga kini tidak ada langkah pembatasan wilayah udara maupun tindakan resmi dari negara-negara tersebut terkait penerbangan Netanyahu.

Perjalanan ini menandai perubahan sikap dibandingkan beberapa kunjungan sebelumnya, ketika Netanyahu dilaporkan menghindari wilayah udara negara tertentu karena kekhawatiran akan potensi tindakan hukum.

Namun dalam perjalanan terbaru ini, rute yang digunakan sama dengan perjalanan ke Amerika Serikat pada akhir Desember lalu.

Para pengamat menilai tidak adanya tindakan dipengaruhi oleh beberapa faktor hukum dan diplomatik.

Salah satu pertimbangan utama adalah bahwa pesawat Netanyahu hanya melintasi wilayah udara tanpa melakukan pendaratan.

Dalam hukum internasional, kewajiban penangkapan umumnya berlaku ketika seseorang secara fisik berada di wilayah suatu negara.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.