SRIPOKU.COM - Insiden penganiayaan yang diduga dipicu teguran suara drum pada 7 Februari 2026 disorot anggota DPR RI.
Melalui Komisi III, DPR RI mendesak polisi setempat untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat tersebut.
Sebab, korban bernama Darwin dan istrinya sudah dianiaya secara brutal.
Mengutip Kompas.com, kasus ini bermula saat istri Darwin mendatangi rumah tetangganya yang sering menabuh drum.
Baca juga: Kronologi Pria Dianiaya dan Istrinya Diserempet Mobil oleh Tetangga di Jakbar, Berawal Drum Berisik
Namun, istri Darwin malah dicaci maki.
Tak lama kemudian, pria inisial D datang mengendarai mobil dan menurut Darwin mobil tersebut sempat menyerempat tubuh istrinya.
Di saat Darwin hendak menolong istrinya, anak D yang diduga sering menabuh drum langsung menganiaya Darwin dari belakang.
"Saya dipiting sampai jatuh," kata Darwin.
Penganiayaan tidak sampai di sana, D ikut menganiaya Darwin yang masih belum lepas dari kuncian anak D.
"Kesadaran saya saat itu nyaris hilang karena wajah saya diinjak," kata Darwin.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mendesak kepolisian setempat untuk mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut.
Sebab, perbuatan D sudah sangat arogan, jika memang sesuai dengan apa yang diceritakan Darwin selama ini.
"Saya pikir perlakuan terhadap beliau sudah sangat-sangat keterlaluan," ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Baru Hasilkan 30 Drum Minyak, Sumur Minyak Ilegal Milik Warga Keluang Muba Meledak
Habiburokhman mengatakan, Komisi III DPR berempati terhadap Darwin yang dianiaya secara brutal.