Sosok 4 Jenderal Purn TNI-Polri Desak Adili Jokowi dan Makzulkan Gibran: Ada Eks Danjen Kopassus
Sarah Elnyora Rumaropen February 11, 2026 09:35 PM

SURYAMALANG.COM, - Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR), yang dimotori sejumlah purnawirawan perwira tinggi TNI-Polri, resmi menyatakan sikap politiknya di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat pada Selasa (10/2/2026).

Dalam deklarasi tersebut, para jenderal senior ini menuntut agar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diadili dan mendesak pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Gerakan yang dipimpin oleh mantan Danjen Kopassus, Mayjen TNI (Purn) Soenarko ini, menilai Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat kedaulatan akibat pengaruh oligarki.

"GMKR menyatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat kedaulatan. Baik di bidang ekonomi, politik, hukum, sumber daya alam, maupun kedaulatan kewilayahan," kata pimpinan GMKR, Soenarko.

Terdapat empat jenderal purnawirawan TNI-Polri yang terpantau hadir di deklarasi tersebut, antara lain:

1. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksmana TNI Purn Slamet Soebijant,

2. Mantan Wakapolri, Komjen Pol (Purn) Oegroseno,

3. Juru Bicara Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPPTNI), Laksma TNI (Purn) Moeryono Aladin.

4. Mantan Danjen Kopasuss, Mayjen TNI (Purn) Soenarko.

Berikut 5 poin tuntutan GMKR:

1. Ajak Rakyat Bersatu: Merebut kembali kedaulatan dari kekuasaan oligarki.

2. Pertanggungjawaban Pejabat: Meminta tanggung jawab semua pihak yang menyerahkan kedaulatan kepada oligarki.

3. Menuntut politisi dan aparat berhenti menjadi pelindung dan kaki tangan oligarki.

4. Mendesak Presiden Prabowo membersihkan pemerintahannya dari unsur-unsur pelindung oligarki.

5. Adili Joko Widodo dan makzulkan Gibran Rakabuming Raka serta Reformasi Kepolisian Republik Indonesia.

Sosok 4 Jenderal Purn TNI-Polri 

Berikut adalah profil dan rekam jejak keempat jenderal purnawirawan yang terlibat dalam aksi GMKR:

1. Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto

Slamet Soebijanto merupakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) yang menjabat pada periode 2005 hingga 2007.

Jenderal bintang empat asal institusi TNI AL ini menjadi orang nomor satu di Angkatan Laut pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Alumnus Akabri 1973 ini telah menduduki berbagai posisi strategis sebelum mencapai puncak kariernya. Slamet tercatat pernah menjabat sebagai Wagub Lemhannas pada 2003 hingga 2005.

Jauh sebelum itu, ia juga sempat mengemban amanah sebagai Asrenum Panglima TNI hingga Pangarmatim.

2. Mayjen TNI (Purn) Soenarko

Soenarko adalah lulusan Akabri tahun 1978 yang lahir di Medan pada 1 Desember 1953. Ia dipercaya menjabat sebagai Danjen Kopassus pada 12 September 2007, menggantikan Rasyid Qurnuen Aquary.

Jabatan tersebut ia emban selama satu tahun hingga 1 Juli 2008 sebelum digantikan oleh Pramono Edhie Wibowo.

Setelah dari Kopassus, Soenarko dipercaya mengisi jabatan Pangdam Iskandar Muda hingga tahun 2009, lalu menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) menggantikan Nartono.

Selama berkarier di militer, ia menerima sejumlah bintang jasa seperti SL Seroja, SL Dwidya Sistha, serta SL Kesetiaan 8 dan 16 tahun.

Pasca-pensiun, Soenarko terjun ke politik dengan bergabung di Partai Aceh (2012-2016), Partai Gerindra, hingga Partai Nanggroe Aceh pada 2017.

Ia juga sempat terjerat kasus hukum atas tuduhan kepemilikan senjata ilegal dan tudingan makar, serta sempat ditahan di Rutan POM Guntur karena diduga terlibat dalam kerusuhan 22 Mei 2019.

3. Laksma TNI (Purn) Moeryono Aladin

Moeryono Aladin adalah purnawirawan perwira tinggi TNI AL dengan pangkat terakhir Laksamana Pertama (Laksma).

Dalam hierarki TNI AL, jabatan Laksamana Pertama merupakan tingkatan keempat tertinggi di bawah Laksamana TNI, Laksamana Madya TNI, dan Laksamana Muda TNI.

Saat ini, Moeryono aktif berperan sebagai juru bicara Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPPTNI).

4. Komjen Pol (Purn) Oegroseno

Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H. adalah mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) periode 2013-2014.

Jenderal bintang tiga kelahiran Pati, 17 Februari 1956 ini merupakan putra dari Brigjen Pol. (Purn.) Rustam Santiko, Bupati Pati periode 1973-1978.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1978 ini memiliki karier yang sangat malang melintang di Korps Bhayangkara.

Sejumlah jabatan strategis yang pernah diembannya meliputi Wakapolda Babel (2004), Kapolda Sulteng (2005), Kapus Infolahta Div Telematika Polri, hingga Kadiv Propam Polri (2009-2010).

Kariernya kian cemerlang saat menjabat Kapolda Sumatra Utara (2010), Kalemdiklat Polri (2011), dan Kabaharkam Polri (2012).

Puncak karier suami dari Suharyatmi Ningsih ini tercapai saat ia menjabat sebagai Wakapolri mendampingi Jenderal Timur Pradopo dan Jenderal Sutarman.

Daftar Tokoh yang Hadiri di Deklarasi GMKR

Berdasarkan pantauan Tribunnews (grup suryamalang) di lokasi, suasana gedung tampak riuh oleh kehadiran massa yang kompak mengenakan atribut perjuangan.

Sejumlah tokoh yang terpantau hadir dalam deklarasi ini antara lain:

1. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksmana TNI Purn Slamet Soebijanto

2. Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

3. Mantan Sekretaris BUMN Said Didu

4. Aktivis tambang Marwan Batubara

5. Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPPTNI) Laksma TNI (Purn) Moeryono Aladin

6. Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Muhammad Rizal Fadillah

7. Pakar Telematika dan Mantan Menpora Roy Suryo

8. Mantan Agen BIN Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra dan Kolonel (Purn) Sugeng Waras.

(Tribunnews.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.