TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep sains dan sosial, tetapi juga diajak memahami perjalanan tokoh-tokoh bangsa yang memberi dampak besar bagi Indonesia.
Melalui materi tentang pahlawan nasional, siswa diarahkan untuk melihat bahwa kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa lahir dari gagasan, ketekunan, serta keberanian dalam memperjuangkan keadilan.
Salah satu fokus pembahasan terdapat pada Bab 3: Jejak Sang Pahlawan, yang mengajak siswa menelusuri kontribusi para tokoh melalui teks bacaan, analisis peristiwa, dan latihan pemahaman.
Dalam bab ini, peserta didik dilatih menghubungkan informasi sejarah dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Pada bagian Uji Kompetensi halaman 85, siswa diminta membaca dan memahami teks berjudul Muhammad Hatta, Pendiri Bangsa dan Bapak Koperasi Indonesia.
Teks ini menyoroti pemikiran, perjuangan, serta peran Bung Hatta dalam kemerdekaan dan pembangunan sistem ekonomi berbasis koperasi.
Latihan pada bagian uji kompetensi bertujuan mengukur pemahaman isi bacaan sekaligus kemampuan siswa menarik nilai keteladanan dari tokoh.
Dengan menjawab pertanyaan berbasis teks, siswa diharapkan mampu mengolah informasi, menyimpulkan gagasan utama, dan merefleksikan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.
Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri dkk, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berikut ini adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 85 pada bagian Uji Kompetensi, yang dapat digunakan sebagai bahan pendamping belajar bagi siswa, guru, dan orang tua agar proses memahami materi menjadi lebih terarah dan bermakna.
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 83 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Memilih Tantangan
Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Ia tumbuh sebagai anak yang sangat tekun, pandai, rendah hati, sederhana, dan memiliki kedalaman pemikiran. Kesadaran politik Bung Hatta sudah tumbuh sejak ia masih menjadi pelajar. Selain aktif sekolah di Europeesche Lagere School (ELS) dan belajar agama di Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO), Bung Hatta juga sering mengikuti ceramah dan pertemuan-pertemuan politik yang diadakan oleh tokoh politik lokal di Padang.
Sejak menjadi pelajar di ELS itu, Bung Hatta sudah sering bersentuh-an dengan bentuk-bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh bangsa kolonial Belanda. Kesadaran politiknya terus berkembang hingga ia tumbuh menjadi remaja yang tajam pemikirannya.
Bung Hatta sangat senang membaca buku. Sejak remaja, entah sudah berapa banyak gagasan para tokoh ia baca. Ia berusaha menemukan format apa yang ideal diterapkan pada bangsanya. Sebuah tatanan negara dengan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur. Kemampuannya dalam menggunakan banyak bahasa asing, membuat gaung tulisan-tulisannya tentang gagasan kemerdekaan Indonesia, semakin luas ke berbagai negara. Ia pun berkesempatan untuk menimba ilmu di Belanda.
Sejak kuliah di Belanda, pemikirannya tentang kemerdekaan Indonesia membuatnya terus bergerak. Bung Hatta pun mengubah perhimpunan mahasiswa Hindia Belanda yang bernama Indische Vereeniging, yang semula hanya bersifat sosial, menjadi sebuah gerakan politik perlawanan.
Melalui perhimpunan mahasiswa itu, Bung Hatta dan teman-temannya menerbitkan sebuah majalah bernama Indonesia Merdeka. Sebuah nama yang cukup provokatif karena sebelumnya, majalah itu bernama Hindia Poetra. Pada edisi perdana, Bung Hatta membuat dua tulisan dalam bahasa Belanda. Tulisan-tulisan Bung Hatta yang bermuatan kritik tajam terhadap pemerintah Belanda, semakin sering terbit. Merasa terusik, pada tahun 1927 pemerintah Belanda pun menahan Bapak Proklamator kita tersebut.
Suara-suara gagasannya tentang kemerdekaan Indonesia begitu tajam tertulis dalam tinta pena. Membangkitkan semangat anak-anak muda bangsa untuk melakukan perlawanan dan memperjuangkan kemerdekaan.
Berjuang tanpa kekerasan, terus membaca dan menulis gagasan, Bung Hatta bukanlah seorang yang bisa dihentikan. Hingga teks proklamasi kemerdekaan dikumandangkan oleh Bung Karno, Bung Hatta tetap dan selalu menjadi bagian terpenting di dalam perumusan berdirinya bangsa Indonesia.
Kepeduliannya terhadap kedaulatan rakyat, serta kesejahteraan ekonomi mereka, Ia tuangkan ke dalam pasal-pasal penting konstitusi negara, seperti "penguasaan negara atas sumber daya alam" dan juga "hak berkumpul dan berserikat." Bung Hatta pun aktif memberikan gagasan dan pemikirannya dalam memajukan koperasi Indonesia, yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1886. Hal ini membuat beliau diberikan julukan Bapak Koperasi Indonesia.
1. Apa yang menyebabkan Bung Hatta menjadi salah satu pahlawan nasional Indonesia?
2. Apa dampak perjuangan Bung Hatta bagi bangsa Indonesia masa kini?
3. Sifat dan perilaku apa saja yang bisa diteladani dari Bung Hatta?
4. Perilaku apa saja yang bisa kamu terapkan dalam kehidupanmu sehari-hari?
1. Bung Hatta menjadi pahlawan nasional karena ia berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui pemikiran, tulisan, dan gerakan politik, menjadi tokoh perumus kemerdekaan, Wakil Presiden pertama, serta penggerak perjuangan tanpa kekerasan dan pengembang koperasi.
2. Perjuangannya berdampak pada berdirinya negara Indonesia merdeka, lahirnya dasar-dasar konstitusi tentang kedaulatan rakyat dan pengelolaan sumber daya, serta berkembangnya sistem koperasi untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat.
3. Sifat yang bisa diteladani antara lain tekun, cerdas, rendah hati, sederhana, gemar membaca, berpikir kritis, cinta tanah air, berani memperjuangkan kebenaran, dan konsisten menyuarakan gagasan.
4. Perilaku yang bisa diterapkan misalnya rajin belajar dan membaca, berani menyampaikan pendapat dengan santun, peduli pada keadilan, hidup sederhana, aktif berorganisasi, dan bekerja sama untuk kepentingan bersama.
Disclaimer:
(Tribunnews.com/Farra)