Bayi Perempuan Ditinggalkan di Teras Rumah Warga Kaliwates Jember
Haorrahman February 11, 2026 10:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember – Kasus penelantaran bayi terjadi di Kelurahan Kebon Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026). Seorang bayi perempuan ditemukan di teras rumah warga sekitar pukul 08.00 WIB.

Bayi tersebut ditemukan di depan rumah Slamet Budi Santoso, warga Jalan Arowana, Kaliwates. Saat ditemukan, bayi terbungkus kain putih dan diletakkan di dalam kardus. Keberadaannya diketahui setelah terdengar suara tangisan.

Di dalam kardus, warga juga menemukan selembar kertas berwarna merah berisi tulisan tangan. Surat tersebut diduga ditinggalkan oleh orang tua bayi.

Dalam surat itu tertulis:

"Halo orang baik, kenalkan nama aku C**** E***. Aku lahir tanggal Rabu 11 Februari 2026. Maafkan papa mama aku karena merepotkanmu, mereka janji akan mencari aku."

Tulisan tersebut juga meminta agar bayi dipasangkan jepit rambut yang turut ditinggalkan.

Baca juga: Hanya Laporkan Dana Kampanye Pilkada Rp 1 Miliar, Bupati dan Wabup Jember Digugat

"Kalau aku sudah besar tolong pasangin jepit mama aku di rambutku."

Ditemukan Dini Hari

Pemilik rumah, Slamet Budi Santoso, mengaku pertama kali mengetahui adanya bayi tersebut sekitar pukul 01.55 WIB setelah dibangunkan tetangga yang mendengar suara tangisan.

“Ada tetangga membangunkan saya. Waktu keluar rumah, ternyata ada bayi,” ujarnya.

Menurut Slamet, awalnya tidak ada warga yang berani membuka kardus tersebut. Mereka terlebih dahulu melapor kepada Ketua RW setempat.

“Awalnya tidak ada yang berani buka. Bayinya menangis, lalu kami lapor ke Pak RW,” katanya.

Baca juga: Dispendik Jember Non Aktifkan Sementara Guru yang Telanjangi Siswa 

Setelah kardus dibuka, kondisi bayi terlihat masih hidup dan dalam keadaan relatif bersih. Slamet menyebut kulit bayi masih kemerahan dan tali pusarnya sudah terpotong.

“Kelihatannya baru dilahirkan. Kondisinya bersih,” ucapnya.

Bayi kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi yang diterima Slamet dari tenaga kesehatan, bayi tersebut diduga lahir sebelum waktunya.

Terekam CCTV

Dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, terlihat sepasang laki-laki dan perempuan mengendarai sepeda motor matik melintas dari arah Kelurahan Mangli menuju arah Gebang, Patrang.

Menurut Slamet, pasangan tersebut sempat berhenti beberapa meter dari rumahnya, kemudian berbalik arah dan berhenti tepat di depan rumahnya sebelum meninggalkan bayi tersebut.

“Mereka datang dari arah timur ke barat, lalu berbalik arah dan berhenti di depan rumah saya. Setelah itu kabur lagi ke arah timur dengan kecepatan tinggi,” ungkapnya.

Namun, nomor polisi kendaraan tidak terlihat jelas karena tertutup sorot lampu depan motor.

Baca juga: Pendemo Jember Divonis 4 Bulan 24 Hari: Panjang Umur Perlawanan

Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan Febrianto, membenarkan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

“Kami menemukan surat di dalam kardus yang berisi nama bayi dan permohonan maaf dari orang tua kepada penemu bayi. Intinya meminta tolong untuk dititipkan,” ujarnya.

Polisi kini masih mendalami identitas orang tua bayi berdasarkan petunjuk dari rekaman CCTV dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.

“Informasi lebih lanjut masih kami dalami terkait identitas orang tua yang meninggalkan bayi ini,” tambah Alfan.

Saat ini, bayi tersebut mendapatkan perawatan medis dan pengawasan pihak berwenang.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.