Meski proses hukum masih berjalan dan terjadi aksi saling lapor dengan korban, Darwin (32), Dodo mengakui kesalahannya dan berharap kasus ini bisa diselesaikan secara damai.
Pernyataan itu disampaikan Dodo di Mapolres Metro Jakarta Barat pada Rabu (11/2).
Dalam keterangannya, Dodo menjelaskan, tindakannya muncul spontan karena melihat anaknya dipiting oleh Darwin.
Ia mengaku merasa emosi sebagai orang tua dan langsung turun tangan membantu sang anak.
Lebih lanjut, Dodo membantah telah memukul wajah korban. Menurutnya, ia hanya menekan wajah Darwin agar anaknya bisa dilepaskan dari kuncian.
Kemudian terkait tuduhan menabrak istri Darwin dengan mobil, Dodo menegaskan hal tersebut terjadi secara tidak sengaja.
Ia mengaku saat memarkir mobil secara menyerong, bodi kendaraan menyenggol istri korban hingga terjatuh.
Meski korban sejauh ini menolak berdamai, Dodo tetap berharap ada mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian.
Ia menambahkan, atas saran penyidik dirinya menahan diri untuk tidak menemui korban secara langsung agar tidak menimbulkan gesekan baru.
Sementara itu, di sisi yang berseberangan, kuasa hukum Darwin, Machi Ahmad, menegaskan kliennya berkomitmen menempuh jalur hukum.
Mereka mengaku tak ingin berdamai dengan para pelaku.