TRIBUNMAROS.COM, MAROS — Ketua DPRD Kabupaten Maros, Muh Gemilang Pagessa, resmi menyandang gelar doktor Ilmu Politik di usia 28 tahun.
Gelar doktor itu usai menjalani sidang terbuka promosi doktor di Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (12/2/2026).
Gemilang adalah orang kedua di DPRD Maros sandang doktor.
Orang pertama, Marjan Massere.
Ia Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Maros,.
Marjan resmi menyandang gelar doktor setelah menjalani sidang terbuka promosi doktor pada Program Studi Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa (10/2/2026).
Gemilang, yang akrab disapa Gio, dinyatakan lulus pada pukul 12.25 Wita di Gedung IPTEKS Unhas, Makassar.
Pengumuman kelulusan itu disambut tepuk tangan para penguji, keluarga, dan tamu undangan yang hadir.
Politisi muda tersebut meraih gelar doktor setelah menyelesaikan disertasi setebal 282 halaman berjudul “Politik Progresif Generasi Milenial (Studi pada Komunitas Generasi Milenial Kabupaten Maros pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024)”.
Dalam penelitiannya, Gio menyoroti pentingnya pelibatan generasi muda dalam proses pembangunan daerah.
Ia bahkan mendorong Pemerintah Kabupaten Maros menghadirkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus pemuda sebagai ruang penyaluran aspirasi milenial.
“Anak muda itu senang jika dilibatkan. Sekarang saja ada 35 kursi di DPRD, 16 diisi oleh generasi milenial,” katanya.
Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang agar dapat berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan.
“Anak muda harus diberi ruang agar mereka bisa berkembang dan bertumbuh,” katanya.
Selain di sektor pemerintahan, Gio juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor industri di Kabupaten Maros.
Ia berharap kawasan industri yang berkembang mampu menyerap tenaga kerja lokal, khususnya anak muda Maros.
“Gudang-gudang industri harus benar-benar mengakomodir anak Maros dan tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Di balik capaian akademiknya, Gio mengaku perjalanan pendidikannya tidak selalu mulus.
Ia bahkan pernah gagal melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.
“2015 saya gagal bangku kuliah, STPDN saya gagal, Universitas Padjadjaran dan Unhas saya gagal juga,” ungkapnya.
Namun kegagalan itu justru menjadi motivasi untuk terus berkembang.
“Tidak pernah ada rencana dalam hidup saya menjadi doktor di usia 28 tahun,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga yang selalu memberi dukungan, termasuk ibundanya Ulfiah Nur Yusuf serta Bupati Maros Chaidir Syam yang disebutnya kerap memberikan motivasi.
Secara khusus, Gio mengenang almarhum ayahnya, Ilham Pagessa, sebagai sosok inspiratif dalam hidupnya.
“Tentu beliau sangat bangga ketika masih ada di sini,” ucapnya haru. (*)