TRIBUNNEWS.COM - Sebuah pernyataan yang membuat pendukung AC Milan, Milanisti murka, terlontar dari mulut wonderkid mereka yang berusia 17 tahun. Dia adalah Francesco Camarda.
Striker AC Milan yang kini tengah menjalani masa peminjaman di Lecce, secara mengejutkan membuka peluang untuk bergabung ke Inter Milan.
Francesco Camarda dengan usianya kini, dipandang sebagai proyek masa depan tim Merah Hitam. Kualitasnya sebagai penyerang menonjol di antara rekan-rekannya di akademi AC Milan, membuat Camarda menjadi elu-eluan baru di kalangan Milanisti.
Ekspektasi tinggi diberikan kepadanya ketika belum genap berusia 17 tahun, Camarda sudah menandai debutnya di tim senior Milan.
Manajemen klub legendaris Italia itu juga tak ingin membuang peluang. Mereka memutuskan untuk meminjamkan Camarda ke klub lain demi mendapatkan jam terbang dan pengalaman.
Pilihannya jatuh kepada Lecce. Musim ini, striker kelahiran Milano 10 Maret 2008 ini sudah memainkan 19 pertandingan di semua ajang, dengan rincian satu gol dan satu assist.
Di tengah kesulitan AC Milan menemukan penyerang tengah potensial, keberadaan Camarda di Lecce diharapkan secepatnya bisa menjadi andalan di lini serang Rossoneri.
Ekspektasi tinggi layak diberikan kepada Camarda. Sebab, AC Milan juga kerap zonk ketika mencari bomber baru.
Terakhir kali penandatanganan striker anyar yang bisa dikatakan sukses ialah Olivier Giroud. Itupun sudah berusia di atas 30 tahun.
Wajar suporter AC Milan begitu berharap sosok Francesco Camarda sebagai representasi klub yang berjuang dari tim akademi, dan menjadi legenda di masa mendatang.
Tetapi siapa yang akan menyangka bahwa Milanisti untuk kesekian kalinya akan dikecewakan. Bahkan pemain belum genap berusia 18 tahun itu membuka potensi tabu sebagai pengkhianat klub dengan menyeberang ke tim sekota AC Milan.
Baca juga: Kisruh Internal Madrid Ciptakan Perang Segitiga Raksasa Serie A: AC Milan Jaga Fenomena 30-an
Francesco Camarda memang terikat kontrak durasi panjang hingga Juni 2026 di AC Milan. Tetapi sang striker tidak akan menolak jika di sutu momen nanti, dirinya akan meninggalkan AC Milan dan menyeberang ke Giuseppe Meazza.
"Apakah saya akan pernah bermain untuk Inter? Saat ini, saya berada di Lecce, dan saya fokus pada Lecce,” kata Camarda, dikutip dari laman SempreInter.
“Lalu, apa yang akan terjadi, kita tidak akan pernah benar-benar tahu. Tapi untuk saat ini, kita sedang memikirkan musim ini.”
Disinggung soal idola, ada beberapa pemain yang menjadi panutannya yang pernah bermain untuk Nerazzurri.
Keduanya adalah Ronaldo Nazaria dan Zlatan Ibrahimovic, meski pada realita transfer keduanya pernah juga berbaju Merah Hitam khas AC Milan.
"Saya tidak punya idola khusus,” tambahnya. “Namun, saya selalu memandang Suarez, Ibrahimovic, dan Ronaldo dengan cara yang berbeda.”
“Ada begitu banyak pemain yang bisa Anda pelajari untuk terus meningkatkan kemampuan.”
Menjadi sebuah tabu tersendiri jika Camarda yang dipandang tinggi oleh suporter AC Milan sebagai masa depan klub, justru membuka potensi menjadi pengkhianat.
Terakhir kali sosok pemain yang mengecewakan Milanisti adalah Hakan Calhanoglu yang membuatnya menyeberang daru AC Milan ke Inter Milan Juli 2021.
Sukses Calhanoglu di Inter Milan dengan meraih gelar Scudetto meninggalkan kesan tak menyenangkan bagi pendukung AC Milan. Dan case ini berpeluang untuk dialami oleh Francesco Camarda.
(Tribunnews.com/Giri)