Zakat Baznas Maros 2025 Tembus Rp7,5 Miliar, Lebih 40 Ribu Mustahik Terbantu
Sukmawati Ibrahim February 12, 2026 02:04 PM

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang 2025 mencapai Rp7.502.972.534.

Jumlah tersebut melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp7 miliar.

Ketua Baznas Maros Ansar Taufik mengatakan, peningkatan penghimpunan ZIS ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat terus tumbuh.

“Alhamdulillah, selama 2025 kami berhasil menghimpun Rp7,5 miliar lebih. Dibanding 2024, tahun ini ada sedikit kenaikan,” kata Ansar, Kamis (12/2/2026).

Dari total dana yang terkumpul, sebesar Rp5.459.309.072 telah disalurkan melalui lima program utama Baznas Maros, yakni:

-Kemanusiaan

-Dakwah

-Advokasi

-Pendidikan

-Ekonomi

-Kesehatan

Program kemanusiaan menjadi yang terbesar dengan penyaluran dana mencapai Rp2.131.534.922.

Bantuan tersebut disalurkan kepada 27.388 mustahik, termasuk korban bencana dan masyarakat dhuafa.

Pada bidang dakwah dan advokasi, Baznas Maros menyalurkan bantuan sebesar Rp1.743.472.650 kepada 7.336 penerima manfaat.

Sementara sektor pendidikan menyerap dana Rp1.278.038.500 untuk 5.074 mustahik.

Bantuan pendidikan tersebut berupa beasiswa tingkat SD, SMP, hingga bantuan penyelesaian pendidikan.

Di program ekonomi, Baznas Maros menyalurkan bantuan sebesar Rp213.690.000 kepada 96 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Adapun bantuan kesehatan sebesar Rp92.573.000 diberikan kepada 152 mustahik untuk pembiayaan pengobatan dan perawatan di rumah sakit,” ujar Ansar.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan kesehatan dilakukan setelah melalui proses verifikasi dan koordinasi dengan pihak rumah sakit.

Secara keseluruhan, lebih dari 40 ribu mustahik menerima manfaat dari berbagai program Baznas Maros sepanjang 2025.

“Sisa dana sekitar Rp1 miliar lebih akan dialokasikan untuk penyaluran tahun 2026,” terangnya.

Untuk tahun 2026, Baznas Maros menargetkan penghimpunan ZIS meningkat hingga Rp8 miliar.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa.

“Dana yang terkumpul melalui UPZ desa akan dikembalikan untuk masyarakat desa setempat,” jelas Ansar.

Ia juga menegaskan, pengelolaan keuangan Baznas Maros telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan hasil audit independen.

Salah satu penerima beasiswa, Putri Ayu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, mengaku bantuan tersebut sangat membantu dalam menyelesaikan studinya.

“Beasiswa ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan skripsi. Terima kasih kepada Baznas dan Pemkab Maros atas perhatian dan kepeduliannya,” tuturnya.

Putri berharap program beasiswa dan bantuan pendidikan seperti ini dapat terus berlanjut setiap tahun agar semakin banyak mahasiswa yang terbantu.

“Bantuan ini bukan hanya soal uang, tetapi bentuk nyata bahwa pendidikan di Maros benar-benar diperhatikan,” tambahnya. (*)



 


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.